Liga Indonesia
Arema FC vs PSM Makassar, Tim Tamu dalam Masalah, Catatan Buruk di Malang, hingga Denda Komdis PSSI
Arema FC vs PSM Makassar, Tim Tamu dalam Masalah, Catatan Buruk di Malang, hingga Denda Komdis PSSI
TRIBUNKALTIM.CO - Duel Liga 1 2019 pekan ini akan mempertemukan laga seru antara Arema FC vs PSM Makassar.
Laga Arema FC vs PSM akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu (2/10/2019).
Jelang pertemuan Arema FC vs PSM, Juku Eja justru tengah mendapat masalah.
• Jadwal Liga 1 2019 Pekan 22, Big Match: Arema FC vs PSM, Madura United vs Persib Bandung
• Kekhawatiran Umuh Muchtar Laga Persib vs Arema FC ditunda, Singgung soal Persija dan Persebaya
• Persib vs Arema FC Ditunda, Singo Edan Gerak Cepat Alihkan Fokus Persiapan
• Laga Persib Bandung vs Arema FC Ditunda, Bobotoh Sempat Berikan Jaminan Kepada Singo Edan
Pertama, tim tamu PSM Makassar harus dihantui catatn buruk kala bertandang ke Malan.
Kedua, PSM Makassar baru saja dijathi denda oleh Komdis PSSI.
Terkait problem pertama, PSM Makassar memang tak pernah menang atas Arema FC kala bertandang ke Malang
Dari total sembilan laga tandang, PSM Makassar belum pernah menang atas tim tuan rumah.
Di laga terakhir Liga 1 2019, PSM Makassar juga gagal meraih pon maksimal atas Persipura Jayapura.
Hal ini turut disadari pelatih Arema FC, Milomir Seslija.
"Kami tahu hasil laga tandang PSM Makassar musim ini tidak terlalu bagus," ucap Milomir Seslija, Minggu (29/9/2019) melansir SuryaMalang.com.
Kendati demikian, Milomir Seslija enggan menjadikan tren buruk PSM Makassar di Malang sebagai patokan bagi timnya menang mudah di laga nanti.
"Tapi, kami tidak mau berpatokan pada hasil itu. Mereka tetap tim yang bagus,dan patut diwaspadai," ucap Milomir Seslija.
Milomir Seslija yakin PSM Makassar bakal menggunakan torehan minor itu sebagai motivasi untuk bisa bangkit kala berhadapan dengan Arema FC.
Makanya Singo Edan tidak boleh bersantai dan menyepelekan PSM Makassar.
“Tidak akan mudah mengalahkan mereka. Mereka adalah tim yang kuat,” jelasnya.
Penundaan pertandingan Persib Bandung Vs Arema FC berdampak positif bagi Singo Edan.
Sedianya Singo Edan melakoni Persib Bandung vs Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada Sabtu (28/9/2019).
Karena tidak mendapat izin dari kepolisian, laga tersebut harus ditunda.
Penundaan ini membuat Arema FC memiliki waktu panjang untuk mempersiapkan pertandingan melawan PSM Makassar.
“Saya tidak bicara untung atau rugi. Tapi, sisi positifnya adalah pemain memiliki waktu recovery yang cukup.”
“Harapan saya, pemain yang cedera bisa pulih sebelum melawan PSM,” kata Milo.
Pemain Arema FC yang masih cedera adalah Johan Farizi dan Dedik Setiawan.
Komdis PSSI Jatuhkan Denda untuk PSM Makassar
Nasib malang kembali diterima PSM Makassar akibat didenda Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Merujuk Hasil sidang Komdis PSSI pada Kamis (26/9/2019) menyebutkan, PSM didenda senilai Rp 50 juta.
Denda tersebut buah dari lima kartu kuning yang didapatkan punggawa Laskar Pinisi saat menjamu Tira-Persikabo di lanjutan Liga 1 pekan ke-19 di Stadion Mattoanging Makassar, Kamis (19/9/2019).
Kelima kartu kuning diterima Hasim Kipuw menit 41', Firza Andika menit 45'+1', Rizky Pellu menit 78', Aaron Evans menit 83' dan Taufik Hidayat menit 85'.
Laga sebelumnya, PSM juga didenda Rp 50 juta saat melawan Perseru Badak Lampung FC, pelanggaran sama, PSM mendapatkan lima kartu kuning.
Kelimanya diterima Beny Wahyudi, Zulham Zamrun (2 kartu kuning), Rizky Pellu, Asnawi Mangkualam, dan Ferdinand Sinaga
Menanggapi banyaknya pemain yang mendapatkan kartu kuning, Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic menegaskan.
"Kalau mereka membuat kartu baik itu kuning atau merah, bukan untuk kebaikan tim, maka mereka harus bayar kartunya sendiri," ujar pelatih berpaspor Bosnia, melansir TribunTimur.com.
Menurutnya, pelanggan kecil dan tidak pelu merupakan kesalahan umum di Indonesia, dan semua klub.
"Karena pemain tidak mengerti kapan harus membuat pelanggaran untuk kebaikan tim," ujarnya.
Hasil Sidang Komdis PSSI, Kamis (26/9/2019)
LIGA 1
1. PSM Makassar
- Jenis pelanggaran: 5 (lima) kartu kuning dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp 50 juta
2. Persija Jakarta
- Jenis pelanggaran: Suporter Persija masuk ke area sentle ban dan pelemparan botol
- Hukuman: Denda Rp 30 juta
3. Pemain Barito, Nazar Nurzaidin
- Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
- Hukuman: Larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan 1x
4. Ofisial Persija, Eduardo Perez
- Jenis pelanggaran: Melakukan protes
- Hukuman: Teguran keras
5. Ofisial Kalteng Putra, Arif Usman
- Jenis pelanggaran: Ancaman terhadap wasit
- Hukuman: Larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan 1x
LIGA 2
1. Pemain PSMS Medan, Bruno Casmir
- Jenis pelanggaran: Provokasi terhadap penonton
- Hukuman : Larangan bermain 2x dan denda Rp 25 juta
2. Madura FC
- Jenis pelanggaran: 5 Kartu Kuning dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp 25 juta
3. Persis Solo
- Jenis pelanggaran: Penonton masuk ke dalam lapangan
- Hukuman: Denda Rp 15 juta
4. Persita Tangerang
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke dalam lapangan
- Hukuman: Rp 25 juta
5. PSBS Biak
- Jenis pelanggaran: 5 Kartu Kuning dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp 25 juta
6. Persibat Batang
- Jenis pelanggaran: 5 Kartu Kuning dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp 25 juta
• Keluarga Mengungsi di Bukit Akibat Gempa Ambon, Bek PSM Berharap Pemerintah Tak Cuma Mendata
• Hasil Akhir Persipura vs PSM, Gol Ezra Walian Tak Sanggup Bawa Juku Eja Curi Poin
• Pengakuan Zulham Zamrun Saat Diminta Jadi Kiper di Laga PSM Makassar, hingga Aksinya Tuai Pujian
7. Pelatih dan Official Persibat, Bonar Elisa dan Tonghat Fathul
- Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
- Hukuman: Larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan 1x
8. Sriwijaya FC
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke dalam lapangan
- Hukuman: Denda Rp 25 juta
9. PSGC Ciamis
- Jenis pelanggaran: 5 kartu kuning dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp 25 juta
10. Pemain Persewar, Sdr. Tonni Rumatrai
Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
- Hukuman: Larangan bermain sebagai sanksi tambahan 1 (satu) kali.
(*)