Liga Indonesia
Keluarga Mengungsi di Bukit Akibat Gempa Ambon, Bek PSM Berharap Pemerintah Tak Cuma Mendata
Keluarga Mengungsi di Bukit Akibat Gempa Ambon, Bek PSM Berharap Pemerintah Tak Cuma Mendata
TRIBUNKALTIM.CO - Bencana gempa bumi yang terjadi di Ambon turut membuat keluarga pemain andalan PSM Makassar, Hasyim Kipuw menjadi korban.
Bek PSM Makassar, Hasyim Kipuw terus memonitor perkembangan terbaru terkait kondisi Ambon pasca diguncang gempa bumi.
Bencana gempa bumi menimpa Ambon pada Kamis (26/9/2019) hingga dini hari Sabtu (28/9/2019).
• Soal Kabar Gempa Besar dan Tsunami di Ambon, Piru dan Saparua, Begini Penjelasan Lengkap BMKG
• Tak Disiapkan Tenaga Medis, Para Pengungsi Gempa Ambon Mulai Sakit
• Bencana Gempa di Ambon, Warga Heboh Kemunculan Lubang Seukuran Sumur, BMKG Beri Penjelasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa mengguncang Ambon berkekuatan magnitudo 6,8 dan kedalaman 10 kilometer pada pukul 06.46 Wita.
Tercatat sudah sebanyak 30 kali gempa mengguncang Ambon hingga Sabtu dinihari .
Kondisi ini membuat masyarakat harus kehilangan tempat tinggal yang rusak terdampak gempa bumi.
Saat dihubungi, pemain bernomor punggung 15 itu merasa sedih.
"Yang pasti sedih juga nih, apalagi semua keluarga di sana," kata Hasyim Kipuw, via pesan Instagram, Sabtu (28/9/2019) melansir TribunTimur.com.
Pemain PSM Makassar, Hasyim Kipuw berharap pihak pemerintah untuk lebih tanggap untuk menyalurkan bantuan.
"Bukan hanya datang dan mendata saja tapi setidaknya lihat lah apa yang dibutuhkan. Semoga cepat selesai dan bisa kembali seperti biasa," ujarnya.
Hasyim Kipuw juga berharap, semoga cepat selesai dan bisa kembali seperti biasa.
Sementara itu terkait kondisi keluarganya, Hasyim Kipuw mengaku sudah berkomunikasi dengan sanak saudara di Ambon.
"Alhamdulillah keluarga semua baik-baik saja. Tapi semua sudah di bukit-bukit," kata pemain kelahiran Tulehu, Ambon, 9 Mei 1988 ini.
Menurutnya, sudah 2 malam keluarganya tidur di bukit.
"Ia ini tidurnya di bukit karena gempa masih terus terasa sampai hari ini," katanya.