Belum Dibebaskan, Warga Pagar Lahan Untuk Sirkuit MotoGP di Mandalika, NTB

Rencana pembangunan sirkuit MotoGP di Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat masih menyisahkan masalah.

Belum Dibebaskan, Warga Pagar Lahan Untuk Sirkuit MotoGP di Mandalika, NTB
TribunKaltim.Co/HO/Kompas.Com
Warga memagar lahan di areal MotoGP di Lombok Tengah yang belum dibebaskan, Senin (30/9/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO,LOMBOK TENGAH -Rencana pembangunan sirkuit MotoGP di Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat masih menyisahkan masalah.

Bahkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sirkuit belum juga dibebaskan. Sehingga puluhan pemilik lahan terpaksa memagari lahan milik mereka. 

Rencananya, lahan itu akan dibebaskan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Rahmat Panye, Kepala Dusun Ebunut merangkap Kepala Dusun Ujung Lauk menyampaikan, pemagaran itu dilakukan karena masyarakat menganggap tanah tersebut milik mereka yang digunakan sebagai akses jalan.

SIRKUIT MANDALIKA Ternyata tak Hanya Dibangun untuk Olahraga Otomotif, Ada Beragam Event di sana

MotoGP Mandalika Mulai 2021, Pertama Kali di Dunia Pakai Jalan Raya, Dipromosikan Sampai Paris

“Awal mulanya itu tanah milik warga yang digunakan sebagai akses jalan secara swadaya.

Karena akses jalannya sudah tidak dipergunakan lagi, jadi tanah itu kembali kepada milik warga masing-masing,” ungkap Rahmat saat ditemui di kediamannya, Senin (30/9/2019).

Rahmat mengatakan, warga bukan berarti tidak mendukung pembangunan sirkuit MotoGP. Hanya saja, warga juga ingin dihargai dan diperhatikan nasibnya

. Warga Ingin masalah tanah diselesaikan terlebih dahulu agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.

Sebelumnya, Direktur ITDC Abdulbar M Mansoer menyampaikan, masyarakat yang masih memiliki tanah inklav harus menerima harga lahan yang sudah ditentukan tim appraisal.

Abdulbar menyebutkan, tim appraisal yang menilai harga tanah di KEK Mandalika merupakan tim appraisal yang sudah terakreditasi.

Harga yang ditentukan untuk lahan per arenya sebesar Rp 75 juta.

Polemik Status Lokasi di Sirkuit MotoGP Mandalika, Pemilik Lahan tak Mau Diganti Rugi Tetapi Dibeli

Ke Mandalika, Presiden Jokowi Sampaikan Komitmen dan Target Pemerintah untuk Sirkuit MotoGP 2021

Presiden Jokowi Tinjau KEK Mandalika, Singgung Sirkuit MotoGP 2021, Begini Progres Fasilitasnya

“Tim appraisal yang ditunjuk yaitu tim yang sudah terakreditasi. Untuk harga per arenya 75 juta dan kami tidak bisa membayar lebih dari itu,” ungkap Abdulbar dalam kesempatannya usai melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kapolda Nusa Tenggara Barat pada Rabu (4/9/2019) yang bertempat di Novotel Kuta.

Dalam kesempatan itu Abdulbar juga menyampaikan, perkembangan pembangunan sirkuit MotoGP telah dilakukan pemagaran dan pemadatan lahan.

Pada Oktober akan dilakukan pengaspalan lahan. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved