Kamis, 7 Mei 2026

VIRAL Komentar Andi Arief Minta Jokowi Ajak SBY dan JK Bicara soal Kerusuhan Papua

Politikus Partai Demokrat Andi Arief pernah berkomentar terkait kerusuhan di Papua. Dalam komentarnya, Andi Arief menyebut nama Jokowi, SBY, dan JK

Tayang:
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Amalia Husnul A
Kolase KOMPAS.com
VIRAL Komentar Andi Arief Minta Jokowi Ajak SBY dan JK Bicara soal Kerusuhan Papua 

"Jadi jangan ada yang menggeser-geser menjadi seperti sebuah konflik etnis, itu bukan. Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas di gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran pembakaran rumah warga," kata dia.

Presiden pun mengimbau warga di Wamena tak perlu melakukan eksodus ke luar daerah.

Ia mengklaim aparat keamanan sudah bisa mengamankan situasi.

Presiden Jokowi juga mengirimkan bantuan untuk pengungsi Wamena.

Bantuan tersebut tiba di Lanud Dilas Papare, Jayapura.

Bantuan berupa bahan makanan, akan dibagikan kepada pengungsi yang ada di Wamena dan Jayapura.

Pesawat hercules yang mengangkut bantuan dari presiden, tiba di Lanud Silas Papare, Jayapura, Rabu (2/10/2019) siang.

Bantuan bahan makanan seberat 11 ton, akan dibagikan kepada ribuan pengungsi yang berada di posko pengungsian, baik di Jayapura maupun Wamena.

Bantuan untuk pengungsi di Wamena akan diangkut menggunakan Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, yang juga beroperasi menjemput pengungsi.

JK Nilai Ada yang Kompori

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, ada pihak yang mencoba memanas-manasi konflik di Papua.

Ini terlihat dari rentetan kerusuhan besar di Papua dalam sebulan terakhir.

"Ya tentu ada yang komporinnya, tetapi yang salah juga yang membuat isu-isu itu yang menyebabkan terjadinya (kerusuhan). Keduanya harus dikaitkan," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

"Memang ada suasana sejak lama, katakan ada OPM, gerakan yang ingin merdeka. Suasana itu ada. Nah begitu ada percikan, langsung membesar seperti itu," kata dia.

Terlebih, kata Wapres, pemicu dua kerusuhan besar di Papua itu sama, yakni kata-kata yang rasial.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved