Sederet Fakta Retaknya Taxiway Bandara yang Diresmikan Presiden Joko Widodo, Terjadi Berulang Kali
Bandara APT Pranoto yang diresmikan Presiden Joko Widodo 2018 lalu, kembali ditutup karena mengalami keretakan pada taxiway
Penulis: Rafan Arif Dwinanto |
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara UPBU APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan memutuskan untuk memperpanjang Notice To Airmen (Notam) Aerodrome Close due to Taxiway Unserviceable atau penutupan taxiway dari operasional penerbangan sampai dengan besok.
“Ya benar sekali, sesuai dengan perpanjangan Notam dengan Nomor D0357/19 NOTAMN.
Kami memutuskan bahwa seluruh penerbangan dari dalam atau kedatangan penerbangan dari luar Bandara APT Pranoto dihentikan sementara,” ujarnya saat dihubungi awak Tribunkaltim.co melalui telepon selularnya, pagi tadi.
“Penutupan sementara ini akan dilaksanakan sampai besok pagi.
3. Penerbangan yang Dibatalkan dan Dialihkan
Akibat dari persoalan ini, dibeberkan Dodi, beberapa penerbangan dari Bandara APT Pranoto ada yang dibatalkan.
Dan ada pula yang dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.
Adapun perlakukan kepada penumpang, Dodi mengungkapkan, akan dijalankan sesuai ketentuan.
“Untuk beberapa penerbangan yang terdampak, perlu saya sampaikan bahwa penerbangan pesawat Batik Air, Lion Air dialihkan ke Balikpapan.
Kemudian, penerbangan pesawat Garuda, Citilink, Nam Air, Susi Air dicancel.
Kami juga sudah meminta kepada pihak maskapai untuk meneruskan Informasi tersebut kepada para penumpang,” tuturnya.
• Gara-gara Kabut Asap, 16 Rute Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda Alami Penundaan
• Taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda Retak, Kepala Bandara: Tiga Penerbangan Terdampak
4. Kerusakan Dilaporkan Pilot Garuda Indonesia
epala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi mengungkapkan, laporan awal kejadian Aerodrome Close due to Work in Progress (Taxiway unserviceable) atau taxiway tidak dapat digunakan terjadi pada hari ini, pukul 03.11 WITA.
Yang dilaporkan oleh salah satu maskapai penerbangan.
“Pertama kali masalah ini disampaikan, yakni oleh penerbangan maskapai Garuda melalui nomor penerbangan GA581.