Sederet Fakta Retaknya Taxiway Bandara yang Diresmikan Presiden Joko Widodo, Terjadi Berulang Kali
Bandara APT Pranoto yang diresmikan Presiden Joko Widodo 2018 lalu, kembali ditutup karena mengalami keretakan pada taxiway
Penulis: Rafan Arif Dwinanto |
Saat itu, GA581 menyampaikan adanya permasalahan di taxiway saat akan keluar dari apron melalui taxiway menuju runway,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selularnya, pada Minggu (6/10/2019), sore.
“Sempat pula, pilot memprediksi kerusakan pada saat akan keluar dari taxiway menuju runway.
Namun demikian, GA581 berhasil menuju ruway dan akhirnya bisa melakukan penerbangan pada pukul 03.36 WITA.
Selanjutnya, kita langsung melakukan pengecekan atas laporan yang disampaikan soal adanya kerusakan pada taxiway,” lanjutnya.
Setelah dilakukan pengecekan, Dodi mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya keretakan dasar taxiway.
Bukan hanya satu titik, ada beberapa titik didapi mengalami kerusakan.
Sehingga, Dody menyatakan, harus mengambil sikap penutupan taxiway Bandara APT Pranoto.
“Kami langsung mengajukan Notice To Airmen (Notam) dengan Nomor D0327/19, untuk memberitahukan dan segera disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi, bahwa taxiway tidak dapat dipergunakan sejak pukul 04.23 WITA sampai pukul 23.00 WITA.
Hal ini memang perlu dikeluarkan karena ada kondisi tertentu,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, dibeberkan Dodi, penerbangan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan Batik 7280 tidak dapat terbang.
Dan pesawat harus kembali ke apron.
5. Baru Lima Hari Diperbaiki
Persoalan sempat kembali terjadi di Bandara APT Pranoto Samarinda.
Diketahui, taxiway di Bandara APT Pranoto yang merupakan jalur keluar masuk pesawat dari runway dan apron mengelami keretakan, pada Rabu (2/10/2019).
Akibatnya, sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara APT Pranoto dibatalkan.