BPOM Tarik Obat Lambung Ranitidin, Berpotensi Picu Kanker, Berikut Daftarnya!

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penarikan terhadap beberapa obat yang mengandung ranitidin karena berpotensi memicu kanker

BPOM Tarik Obat Lambung Ranitidin, Berpotensi Picu Kanker, Berikut Daftarnya! - bpom-menarik-obat-lambung-ranitidin-karena-berpotensi-memicu-kanker.jpg
net/google
Ilustrasi obat - BPOM menarik obat lambung Ranitidin karena berpotensi memicu kanker
BPOM Tarik Obat Lambung Ranitidin, Berpotensi Picu Kanker, Berikut Daftarnya! - perintah-penarikan-produk-ranitidin-yang-terdeteksi-n-nitrosodimethylamine-ndma-bpom.jpg
BPOM
Perintah Penarikan Produk Ranitidin yang Terdeteksi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) (BPOM)

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penarikan terhadap beberapa obat yang mengandung ranitidin karena berpotensi memicu kanker.

Beberapa produk yang ditarik merupakan obat yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA).

Mengutip dari Kompas.com, NDMA disinyalir sebagai zat yang bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik.

Dikutip dari laman resmi pom.go.id, berikut penjelasan BPOM terkait ditariknya beberapa produk obat lambung ranitidin:

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.
Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup dan injeksi.

Pada tanggal 13 September 2019, US FDA dan EMA mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin, dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami.

Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia.

Dalam rangka kehati-hatian, Badan POM telah menerbitkan Informasi Awal untuk Tenaga Profesional Kesehatan pada tanggal 17 September 2019 terkait Keamanan Produk Ranitidin yang terkontaminasi NDMA.

Badan POM saat ini sedang melakukan pengambilan dan pengujian beberapa sampel produk ranitidin. Hasil uji sebagian sampel mengandung cemaran NDMA dengan jumlah yang melebihi batas yang diperbolehkan. Pengujian dan kajian risiko akan dilanjutkan terhadap seluruh produk yang mengandung ranitidin.

Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran.

Halaman
123
Editor: Nur Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved