Tidak Jelas Higienitas dan Kehalalannya, Disperindag Berau Juga Larang Penjualan Minyak Goreng Curah

minyak curah adalah minyak bekas yang sudah pernah digunakan untuk berbagai keperluan tentu tidak lagi terjamin kualitas, higieinitas dan kehalalannya

Tidak Jelas Higienitas dan Kehalalannya, Disperindag Berau Juga Larang Penjualan Minyak Goreng Curah
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Disperindagkop Berau menyarankan agar para pelaku UKM menggunakan minyak goreng yang terjamin kualitasnya, agar tidak merugikan konsumen hanya karena menggunakan minyak goreng curah yang tidak terjamin higienitas dan kehalalan produknya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah berencana menerapkan larangan penjualan minyak goreng curah

mulai tahun 2020 nanti. Kebijakan ini mendapat dukungan dari Pemkab Berau.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Wiyati mengatakan,

larangan tersebut sangat baik diterapkan untuk melindungi masyarakat, terutama konsumen.

Apalagi menurut Kadisperindagkop Wiyati, minyak curah adalah minyak bekas yang sudah pernah digunakan untuk berbagai keperluan.

Kondisi ini, kata Kadisperindagkop Wiyati sudah tentu tidak lagi terjamin kualitas, higieinitas dan kehalalan produknya.

Bisa saja, minyak goreng bekas itu digunakan untuk memasak makanan yang secara syariah dilarang

untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim.

“Tujuannya adalah perlindungan konsumen, karena kalau barang sudah dibuka dari kemasannya,

apalagi sudah digunakan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah terkontaminasi.

Halaman
1234
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved