Inggris Minta AS Tak Hukum Mati Anggota ISIS Berjuluk The Beatles, Trump Sebut Mereka Terburuk
AS sudah membawa 2 militan ISIS yang terlibat dalam pemenggalan, dikenal sebagai The Beatles, ke area aman. Mereka terburuk dari yang terburuk!
The Beatles mendapat julukan demikian karena aksen Inggris mereka yang kental.
Selain Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, terdapat Mohammed Emwazi dan Aine Davis.
Emwazi, dikenal juga sebagai Jihadi John, diduga adalah sosok yang membunuh jurnalis AS, James Foley, pada 2014 silam.
Emwazi tewas dalam serangan udara AS pada 2015. Sementara Aine Davis diketahui dipenjara di Turki.
Keempatnya menjadi radikal di Inggris.
New York Times melaporkan Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh dibawa ke Virginia,
di mana mereka bakal diadili setelah diumumkan sebagai teroris oleh Kementerian Luar Negeri AS.
Inggris melalui mantan Perdana Menteri Theresa May saat masih menjadi Menteri Dalam Negeri
sempat meminta agar AS tak menjatuhkan hukuman mati.
Sejak lama, London hanya akan memberikan sejumlah bukti jika Negeri "Uncle Sam" memberi jaminan keduanya tak bakal dieksekusi.
Namun, kebijakan tersebut tidak terjadi saat Sajid Javid menjabat.
Dia langsung mengirim pernyataan 600 saksi mata tanpa mendapat kepastian apakah keduanya tak dihukum mati.
Baca Juga;
Akhirnya, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts Berani Ungkap Keganjilan Laga Madura United
Bikin Laudya Cynthia Bella Marah, Raffi Ahmad Enggan Minta Maaf dan Singgung Astrid Tiar
Demi Bersaing dengan Juventus, Pelatih Inter Milan Antonio Conte Mulai Bidik 5 Gelandang
Ramalan Zodiak Jumat (11/10/2019), Scorpio Ambisi Berlebihan, Aquarius Dapat Beban Kerja Menakutkan
Raffi Ahmad Bongkar Biaya Pernikahannya dengan Nagita Slavina, Selama Ini Dikira Hasil Endorsement |