Kini Ada Kopi Sepinggan Rasa Kalimantan, Yusuf: Saya Belajar dari Starbucks
Saya belajar banyak dari Starbucks bagaimana dia mengelola kopi dari tanah sampai jadi biji bahkan sampai dijual. Dari sana saya belajar
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kopi telah menjadi trend gaya hidup masyarakat saat ini.
Tidak hanya ada di kota saja, di seluruh Nusantara petani kopi berlomba-lomba menciptakan kopi dengan cita rasa khasnya, termasuk Kalimantan.
Pemilik produk Kopi Sepinggan Yusuf mengatakan ia banyak belajar dari Starbucks.
"Saya belajar banyak dari Starbucks bagaimana dia mengelola kopi dari tanah sampai jadi biji bahkan
sampai dijual. Dari sana saya belajar walaupun sebenarnya saya pribadi belum pernah minum kopinya," ujar Yusuf.
Meski begitu, tidak dipungkiri bahwa Yusuf meniru konsep yang diambil dari Starbucks dalam memelihara bisnis tersebut.
Nama Kopi Sepinggan pun muncul karena ia berpikir nama tersebut cocok dan familiar untuk diingat dan mengingat nama daerah di Kota Balikpapan.
Konsumen Kopi Sepinggan sendiri banyak berasal dari luar daerah, yang datang dengan cara membeli
langsung maupun Direct Selling untuk dijadikan oleh-oleh di kotanya.
"Sekarang orang Amerika bilang tidak minum Starbucks tidak Amerika. Begitupun saya, tidak ada niat
menciptakan image tidak minum kopi Sepinggan tidak Balikpapan. Tapi, ternyata customer sendiri yang
menciptakan image seperti itu," kata Yusuf.
Kopi Sepinggan menjual jenis kopi Arabica Excelso dan Liberica.
Yusuf menambahkan bahwa Liberica termasuk barang langka yang menjadi Best Seller dan digemari konsumen meskipun harga cukup tinggi.
Sampai saat ini Kopi Sepinggan memang belum memiliki kedai, bisnis ini masih terfokus dari hulu ke hilir.