Rabu, 6 Mei 2026

Jual Buku dengan Harga Seikhlasnya, Ibu Ini Punya Alasan Mulia

Banyak kisah yang dapat dijumpai kala mengunjungi tempat wisata, salah satunya adalah pedagang. Bukan pedagang biasa, seorang wanita menjual buku

Tayang:
TribunKaltim.co/Evi Rohmatul Aini
Andini, pedagang buku dengan harga seikhlasnya menjajakan dagangannya di sekitaran Pantai Melawai Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Banyak kisah yang dapat dijumpai kala mengunjungi tempat- tempat wisata, salah satunya adalah pedagang.

Bukan pedagang biasa, seorang wanita menjual buku dengan harga seikhlasnya.

Di tengah hiruk pikuk orang-orang yang sedang menikmati jajanan di pinggiran Pantai Melawai Balikpapan, terdapat sosok wanita yang mencuri perhatian.

Kisah Pengamen di Pantai Melawai Balikpapan, Memainkan Ukulele, Rian tak Mau Bebani Keluarga

5 Spot Terbaik Menikmati Sunset di Kota Balikpapan, Lokasi Pantai hingga Kampung di Atas Air

Seorang wanita paruh baya berjalan menyusuri orang-orang yang sedang memanjakan lidahnya sambil menyodorkan tangannya penuh tumpukan buku.

Nampaknya ia sedang berusaha menjajakan dagangannya.

Wanita yang berusia 40 tahun itu, menjajakan dagangannya dengan cara yang berbeda.

Andini, pedagang buku dengan harga seikhlasnya di sekitaran Pantai Melawai Balikpapan
Andini, pedagang buku dengan harga seikhlasnya di sekitaran Pantai Melawai Balikpapan (TribunKaltim.co/Evi Rohmatul Aini)

Jika pedagang lainnya punya harga yang pasti untuk dagangannya, ibu ini tidak mematok harga setiap bukunya, dengan artian jika ada yang membeli bisa membayar seikhlasnya.

Andini merupakan wanita yang berdagang buku dengan harga seikhlasnya.

Ia mengatakan, tidak terlalu berharap untung yang besar.

Ia mengaku, selain ingin berdagang, ia juga ingin sekaligus berdakwah.

"Saya nggak hanya ingin dagang, tapi ini dakwah biar orang tahu agama yang belum tau jadi tahu," ujar Andini.

Tinggal di Balikpapan bersama suaminya, Andini sudah merantau ke Balikpapan selama 4 tahun.

Suaminya menjadi guru ngaji di sekitar tempat tinggalnya.

Wanita beranak satu itu menjelaskan, suaminya juga tak mau digaji lantaran mengajar ngaji merupakan kewajiban, bukan untuk dikomersilkan.

Selain mengajar ngaji, suaminya juga turut menjajakan buku di tempat yang berbeda namun dengan sistem yang sama.

Awalnya keduanya merantau ke Balikpapan lantaran butuh biaya untuk anaknya yang operasi.

Andini biasa menjajakan bukunya mulai pukul 16:00 hingga pukul 21:00 Wita di pinggiran Pantai Melawai.

Untuk menuju lokasi jualannya, sehari-hari ia naik angkot dari rumahnya ke Pantai Melawai.

Dengan percaya diri ia menyapa dan menawarkan bukunya kepada para pengunjung.

Ia mengaku, pernah mendapat penolakan yang tidak mengenakkan.

"Saya sempat tersinggung, katanya tidak boleh menjajakan buku-buku seperti ini," tambahnya.

Namun ia tak putus asa, selagi pekerjaannya itu halal ia tak peduli omongan orang.

Ia menuturkan, pernah sehari hanya laku 1 hingga 2 buku saja.

"Pernah sehari cuma laku 1 sampe 2 aja, kalau hujan nggak bisa dagang," imbuh wanita kelahiran Madura itu.

Namun ia tetap bersyukur, hasil dari jualannya cukup untuk makan seadanya.

"Kadang cuma makan tahu tempe, kadang juga cabe dan garam, sudah alhamdulillah," pungkasnya sambil mengusap air mata.

Ia mengungkapkan, selama ia tinggal di Balikpapan ia tak pernah membeli baju.

Baju yang ia kenakan semua didapatkan dari pemberian.

"Baju dikasih sama tetangga, tapi masih layak pakai," tutupnya.

Sering Beraksi di Kegiatan Sosial, Batman Kalahkan Superhero Lain di Balikpapan

Sempat Hype pada 2011, Kejayaan Cosplay di Balikpapan Kini Mulai Memudar

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved