Sasar Adminduk hingga Teroris, Petugas Gabungan Sambangi Rusunawa di Samarinda, Begini Hasilnya
Titik operasi hanya dipusatkan disatu tempat, yakni di rusunawa komplek pergudangan, Kecamatan Sungai Kunjang.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polsek Sungai Kunjang bersama Kelurahan Karang Asam Ulu menggelar operasi cipta kondisi cegah tindak kriminalitas, serta penataan administrasi kependudukan Adminduk).
Operasi yang dilakukan pada Sabtu (12/10/2019) malam kemarin lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif terhadap masyarakat yang ditemui di lokasi operasi.
Titik operasi hanya dipusatkan disatu tempat, yakni di rusunawa komplek pergudangan, Kecamatan Sungai Kunjang.
• Maju di Pilkada Samarinda, Andi Harun Beberkan 10 Program Unggulan
• Unggahannya Soal Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Dianggap Pro Teroris, Begini Tanggapan Jerinx SID
• 2 Terduga Teroris Ditangkap di Bali Dicurigai Terkait dengan Penyerang Wiranto
• Pengamat Terorisme Sebut Penusuk Wiranto Anut Paham Serangan Amaliyah Tebang Pilih, Incar Pejabat
Satu per satu pintu hunian diketok petugas, ada yang sedang tidak berpenghuni, namun nyaris semua penghuni merespons baik operasi tersebut.
Tidak ada yang diamankan, maupun digiring ke Polsek, tetapi diketahui banyak masyarakat yang masih tidak taat administrasi.
Terdapat penghuni yang tidak melapor ke RT setempat, berkisar 6 bulan hingga 1 tahun tidak melapor.
"Yang belum melapor kita arahkan untuk segera melapor ke RT setempat, tadi kita temui ada warga yang sudah 6 bulan sampai 1 tahunan lebih tidak melapor," ucap Lurah Karang Asam Ulu, Norbaiti Zarta, Sabtu (12/10/2019).
Sementara itu, Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol IKG Suardana menambahkan, selain agar masyarakat taat administrasi, pihaknya juga mengantisipasi tindak kriminalitas, diantaranya:
- narkotika
- penyakit masyarakat
- 4 C (Curat, Cubis, Curas dan Curanmor)
- kelompok terorisme.
"Ini langkah antisipasi, terlebih penghuni rusun banyak warga pendatang," jelasnya.
Setelah usai melakukan pemeriksaan di rusunawa, Kepolisian lantas menuju ke Jalan Slamet Riyadi, Gang 2 guna memberikan rasa aman dan tenang kepada masyarakat terkait dengan dugaan peristiwa mistis yang menimpa masyarakat sekitar.
"Di sana kan sedang terjadi situasi yang membuat masyarakat resah. Anggota dengan menggunakan mobil patroli akan cek ke sana," tuturnya.
Sedangkan operasi cipta kondisi tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap Sabtu malam dengan sasaran, tempat dan metode operasi yang berbeda-beda.
"Ini rutin, targetnya acak. Operasi ini selalu kita lakukan bersama pihak Kelurahan, serta FKPM dan unsur lainnya," pungkasnya.
Tips Cegah Terorisme Ala Gubernur Kaltara: Jika Informasi di Medosis Tak Beres, Blokir dan Laporkan
Di tengah kuatnya arus informasi, masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan dapat melakukan perubahan struktural pada cara berpikir.
Selain itu, harus banyak membaca dan mendengar asupan rohani dari pemuka agama yang moderat agar mampu menyaring setiap informasi yang diterima.
Ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka rembug aparatur kelurahan dan desa tentang literasi informasi melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kaltara di ruang pertemuan Neo City Hotel, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (14/8/2019).
Hal tersebut berkaitan dengan upaya untuk mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme di Kaltara.
“Untuk mencegah radikalisme dan terorisme itu, salah satunya adalah apabila ada informasi yang tak beres di media sosial (Medsos), laporkan dan blokir.
Apabila informasi tersebut membahayakan publik, laporkan kepada aparat yang berwenang,” kata Irianto.
Gubernur secara khusus juga meminta kepada aparat kelurahan dan desa untuk dapat menyampaikan berbagai informasi yang tepat, mengenai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme kepada masyarakat di kelurahan maupun desa masing-masing.
“Jangan berputus asa dengan keterbatasan yang ada. Pastinya, saya selaku Gubernur beserta aparatur pemerintahan akan terus mengupayakan agar Kaltara tetap damai. Indikasinya pun banyak, diantaranya Kaltara meraih Harmoni Award 2018 yang merupakan penghargaan kepada daerah dengan kerukunan hidup beragama terbaik di Indonesia,” beber Gubernur.
Kaltara dengan kondusifitas yang terjaga saat ini, menurut Irianto harus terus dipertahankan.
“Potensi radikalisme dan terorisme tetap ada. Untuk pencegahan dini, saya harap dapat mendidik anak sejak dini agar menjadi generasi yang unggul. Juga ajari mereka bergaul dengan lintas suku, agama dan ras,” urai Gubernur.
Irianto pun meminta agar masyarakat dapat memahami setiap aturan yang berlaku terkait pencegahan radikalisme dan terorisme ini.
Yakni, Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.
• Tips Cegah Terorisme Ala Gubernur Kaltara: Jika Informasi di Medosis Tak Beres, Blokir dan Laporkan
• PemimpinTeroris ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi Dikabarkan Jatuh Sakit, Tampak Lemah dan Kelelahan
• DPO Teroris Diduga Tunggangi Aksi Unjuk Rasa di Depan DPRD Sumur Yang Berakhir Ricuh
• Diduga Teroris, Pasangan Suami Istri di Bekasi Ditangkap Densus 88
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rusunawa-yang-terdapat-di-kawasan-komplek-pergudangan-fix.jpg)