Mertua KSAD Andika Perkasa Ternyata Sosok Legenda di Dunia Militer, Ini Profilnya
Dilihat dari latar belakang KSAD Jenderal Andika Perkasa, ternyata ia memiliki mertua yang juga seorang Jenderal TNI terkenal di tanah air
TRIBUNKALTIM.CO - Dilihat dari latar belakang KSAD Jenderal Andika Perkasa, ternyata ia memiliki mertua yang juga seorang Jenderal TNI terkenal di tanah air. Ia adalah AM Hendropriyono.
Di militer Indonesia, jejak AM Hendropriyono melegenda. Khususnya di dunia intelijen. Diketahui, ia merupakan mantan Kepala BIN.
Berdasarkan profilnya, AM Hendropriyono atau bernama lengkap Abdullah Makhmud Hendropriyono adalah pria kelahiran Yogyakarta, 7 Mei 1945.
• Sikap KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa tentang Purnawirawan TNI Mau Aksi 22 Mei 2019 di Jakarta
• Siapa Letkol TNI AD yang Kini Diburu Jenderal TNI Andika Perkasa? Cuitan Rizal Ramli jadi Pemicunya
• Diet Prabowo Subianto Gagal Gara-gara Dijamu Makan Nasi Mande di Kediaman AM Hendropriyono
• Hendropriyono Sebut Rekonsiliasi Tak Perlu Dilakukan, dan Bernyanyi untuk Kepulangan Rizieq Shihab
Kariernya yang paling melegenda ketika AM Hendropriyono menjadi ujung tombak pertempuran pasukan elite Kopassandha yang kini bernama Kopassus.
Selain itu, Hendropriyono pun masuk ke ranah intelijen sebagai Kepala Badan Intelijen ( BIN ) pertama.
Selama berkarir di dunia militer, AM Hendropriyono terlibat dalam sejumlah operasi yang membesarkan namanya.
Kala itu, AM Hendropriyono berhasil menindak potensi radikalisme dari Kelompok Warsidi di Talangsari, Lampung.
Pertempuran antara tim Kopassus yang dipimpin AM Hendropriyono pun menumbangkan Kelompok Warsidi itu.
Sebelum Peristiwa Talangsari 1989, Mantan mertua KSAD Andika Perkasa pernah melakukan aksi heroik bertempur dengan Pasukan Gerilya Rakya Sarawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku).
Awalnya, pemerintah Soekarno sengaja membentuk pasukan gerilya saat konfrontasi Indonesia-Malaysia, pada 1963-1966.
Kedua pasukan itu dilatih secara khusus oleh TNI di Surabaya, Bandung, dan Bogor.
Namun, ketika kekuasaan Indonesia berpindah tangan pada Soeharto, anak asuh TNI itu justru berbalik menjadi musuh.
Soeharto memutuskan berdamai dengan Malaysia.
Kemudian, pasukan gerilya itu diminta untuk menurunkan senjata.
Namun, PGRS dan Paraku rupanya mengabaikan permintaan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/am-hendropriyono_20160909_003347.jpg)