Pulau Beras Basah Bontang Kembali Kumuh, Air Bersih Pun Semakin Minim, Begini Penyebab dan Solusinya
Kondisi Pulau Beras Basah Kota Bontang, Kalimantan Timur atau kaltim kembali kumuh.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kondisi Pulau Beras Basah Kota Bontang, Kalimantan Timur atau kaltim kembali kumuh.
Sejauh ini, tenda-tenda liar ditutup terpal berdiri disepanjang Pulau Pasir Putih ini.
Warga setempat menyewakan tenda yang didirikan seadanya.
Tiang-tiang penyangga dari batang kayu diikat temali lalu ditutup terpal plastik warna biru.
• Kisah Tukar Sampah Dapat Liburan Gratis ke Pulau Beras Basah Bontang ala Anak Penjahit Sol Sepatu
• Polisi Beri Pengamanan Khusus Pulau Beras Basah Selama Libur Lebaran, Ini Alasannya
• Dipadati Pengunjung, Libur Tahun Baru 2019, Ini Cara Menuju Pulau Beras Basah Bontang
Hal ini terekam saat kunjungan ke Pulau Beras Basah Kota Bontang Kalimantan Timur bersama rombongan pelatihan jurnalistik dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Kalimantan Timur pada Kamis (17/10/2019).
Kondisi ini diperparah dengan kehadiran warung-warung kecil milik warga.
Mereka mendirikan kios kecil ditutup atap terpal.
Meja panjang dan bangku ada di beberapa kios milik warga.
Fasilitas umum, Toilet yang tersedia belum dialiri air bersih.
Setiap pengunjung yang menggunakan toilet wajib membeli satu jiriken air 5 liter seharga Rp 5 ribu.
Kondisi inipun disesalkan pengunjung asal Samarinda, Felanan.
Ia mengaku kesan pertama dari Pulau Beras Basah tak memikat.
Tenda-tenda dan fasilitas umum tak dikelola secara baik.
Padahal ikon wisata Bontang ini punya potensi menarik wisatawan untuk belibur ke Beras Basah.
"Kesan pertama yang membuat orang untuk kembali ke sini, kalau begini berpikir kembali ke sini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pulau-beras-basah-bontang.jpg)