Kesaksian Sofyan Djalil Tidur dengan Uang Rp 10 Miliar karena Perintah Jusuf Kalla, Untuk Apa?
Menteri Agraria dan Tata Ruang ( ATR ) Sofyan Djalil membuat kesaksian pernah tidur dengan uang Rp 10 miliar karena perintah Jusuf Kalla.
TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Agraria dan Tata Ruang ( ATR ) Sofyan Djalil membuat kesaksian pernah tidur dengan uang Rp 10 miliar karena perintah Jusuf Kalla.
Pengalaman itu terjadi 15 tahun silam, saat Sofyan Djalil masih menjabat Menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dan Jusuf Kalla sebagai Wapresnya.
Seperti diketahui, Jusuf Kalla pernah menjabat Wapres di era Presiden SBY.
Baca juga:
Susunan Acara Pelantikan Presiden Jokowi, Jusuf Kalla dan Maruf Amin Bakal Lakukan Prosesi Ini
Rekam Jejak Karier Jusuf Kalla, Sukses Bersama SBY dan Jokowi, dan Beber Penyebab KO Bersama Wiranto
Menteri Era SBY Ini Beberkan Tips dan Trik Jusuf Kalla jadi Juru Runding GAM, Bahas Dasi Sampai Mata
Jusuf Kalla Bandingkan Perbedaan jadi Wapres Jokowi dan SBY, Lihat Reaksi Najwa Shihab
Kemudian, Jusuf Kalla kembali menjadi Wapres di era Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).
Namun, tak lama lagi masa jabatan Jusuf Kalla sebagai Wapres Jokowi akan segera berakhir.
Posisinya sebagai Wapres akan digantikan oleh Maruf Amin.
Seperti yang diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi - Maruf Amin akan digelar pada Minggu, 20 Oktober 2019.
Jokowi dan Maruf Amin akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.
Jusuf Kalla pun kini telah selesai membantu Jokowi memimpin negara ini.
Jusuf Kalla sendiri sudah 10 tahun membantu presiden memimpin negara.
Jelang berakhirnya masa jabatan Jusuf Kalla, banyak cerita lama yang menarik untuk diulas.
Melalui program Mata Najwa bertajuk 'Terima Kasih Pak JK', Rabu 16 Oktober 2019 lalu, cerita-cerita menarik tersebut terkuak.
Di acara itu, ada banyak bahasan soal Pak JK yang diangkat Najwa Shihab.
Mulai dari gaya kepemimpinan Pak JK, sikapnya yang tenang, sampai dengan kenangan sahabat soal dirinya.
Ya, sebagaimana kita tahu, Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden Republik Indonesia yang sebentar lagi harus purnatugas.
Pak JK yang selama 10 tahun pernah jadi Wapres ini tentu punya banyak kenangan di hari masyarakat.
Termasuk di hati para menteri yang dulunya pernah ia pimpin.
Salah satu menteri yang cukup punya kenangan dalam dengan Jusuf Kalla adalah Sofyan Djalil.
Dalam tayangan itu, Sofyan Djalil dengan gamblang menceritakan momen yang tak terlupakan.
Salah satunya adalah tidur dengan uang Rp 10 miliar tunai.
Tentu pengalaman ini tak akan bisa ia lupakan mengingat hanya Jusuf Kalla yang akhirnya membuat Sofyan Djalil melakukan itu.
Dari keterangannya, Sofyan Djalil menyebut kejadain itu terjadi ketika Tsumai Aceh melanda.
Sofyan Djalil yang kala itu menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika ditugaskan Wapres Jusuf Kalla untuk pergi ke Aceh langsung.
"Ceritanya saat itu saya bersama Pak JK bersama di pertemuan orang Aceh di Istora, halal bi halal masyarakat Aceh di Jakarta," kata Sofyan Djalil.
"Kemudian dengar berita itu, Pak Wapres perintahkan, menteri yang ada, cuma saya dan Pak Yusuf Asy'ari."
"Dan jadi pikirnya itu saya perginya pagi itu kembalinya sore, saya enggak bawa apa-apa."
Sofyan Djalil lalu pergi dan diminta memantau keadaan di Aceh.
Menariknya, karena belum tahu keadaan di sana, Sofyan Djalil dibekali Jusuf Kalla uang tunai sebesar Rp 10 miliar.
"Dikasih bekal sejumlah uang cash, karena belum tahu apa-apa yang terjadi, karena tidak ada komunikasi," lanjut Sofyan Djalil.
Untuk besarnya, Sofyan Djalil pun menyebut nominal yang tidak sedikit.
"Jadi uang cash itu kami tidur di sana, di pendopo enggak ada lampu, tidur malam-malam ya, uang cash itu salah satu benda berharga yang harus dijaga."
"Rasanya Rp 10 miliar kalau tidak salah," ujar Sofyan Djalil.
Kaget, Najwa Shihab pun memastikan nominal angka itu.
"Rp 10 miliar? Jadi Bapak tidur sambil memeluk uang cash itu Pak?," tanya Najwa Shihab.
"Iya, saya taruh di tempat tidur," jawab Sofyan Djalil.
Selengkapnya lihat video di bawah ini menit ke-10:
Kapolri Ngefans Berat
Kapolri Jenderal Tito Karnavian rupanya penggemar berat atau fans dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Saking ia menggemari Jusuf Kalla, Tito Karnavian selalu memperhatikan satu hal penting ketika bertemu dengan Jusuf Kalla di acara-acara resmi maupun acara-acara kenegaraan.
"Mungkin Bapak tidak sadar, saya sebagai fans berat Bapak selalu memperhatikan," ujar Tito Karnavian saat memberi sambutan dalam acara tradisi pengantar purnatugas Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Polri di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).
Lalu, apakah yang selalu diperhatikan oleh Tito Karnavian?
"Setiap Bapak pidato, saya selalu memperhatikan, Bapak tidak pernah menggunakan tulisan dari staf Bapak. Tapi selalu bawa tulisan kecil, poin-poin, lalu bicara," ujar Tito.
Tito Karnavian menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Jusuf Kalla itu merupakan salah satu hal yang luar biasa yang dimiliki tokoh dengan pengalaman bertahun-tahun.
"Saya melihat, itu menunjukkan knowledge yang luar biasa kaya. Pengalaman Bapak bertahun-tahun dari berbagai profesi," kata dia.
Baca juga:
Jusuf Kalla Beberkan Bedanya jadi Wapres Jokowi dan SBY, JK Singgung Soal Gaya Kepemimpinan
Pensiun untuk Kedua Kalinya, Wapres Jusuf Kalla Mengaku Bosan, Tinjau Kembali Bisnisnya
Jusuf Kalla Anggap Penerbitan Perppu KPK Merupakan Jalan Terakhir
Dilema Penerbitan Perppu KPK oleh Jokowi, Ditolak Jusuf Kalla, Direspon Negatif Partai Koalisi
Contoh kekaguman Tito yang lain, saat rapat terbatas yang dilakukan kabinet atau rapat paripurna, Tito mengaku melihat solusi yang diberikan Jusuf Kalla selalu berbeda dengan yang lain.
"Ketika rapat dalam kabinet, kami melihat begitu banyak permasalahan. Bapak bicara tanpa teks, begitu yang keluar (dibicarakan) selalu out of the box. Yang lain berpikir A, B, C, pemapar menyampaikan setengah jam, Bapak menjawab hanya 5-10 menit, keluar solusi," kata dia.
Menurut Tito Karnavian, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) juga pasti sangat berterima kasih kepada Jusuf Kalla karena selalu memberi solusi yang menyegarkan dan rasional.
"Kami melihat, Bapak adalah pemimpin konseptual. Strong leader, kita perlu belajar banyak dari beliau," kata dia. (*)