Pilkada Balikpapan
Safaruddin Maju Pilkada Bukan Gertak Sambal, Begini Kata Ketua DPC PDIP Balikpapan Kalimantan Timur
Safaruddin Maju Pilkada Bukan Gertak Sambal, Begini Kata Ketua DPC PDIP Balikpapan Kalimantan Timur.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kesungguhan PDIP mendorong sosok Irjen pol (purn) Safaruddin dalam kontestasi Pilkada Balikpapan 2020 jadi pembicaraan kalangan politik kota Beriman belakangan ini.
Langkah politik anggota DPR RI tersebut bahkan disebut hanya 'gertak sambal'. Tak lain untuk menekan dominasi Golkar sebagai partai pemenang Pileg di Balikpapan, yang paten bakal mengusung Rahmad Mas'ud sebagai bacalon kepala daerah pada Pilkada Balikpapan 2020 mendatang.
Saat dimintai tanggapan, Ketua DPC PDIP Balikpapan Thohari Azis menolak anggapan tersebut.
Dirinya menyakini puang (panggilan Safaruddin) sungguh-sungguh maju di Pilkada Balikpapan.
Hal itu dibuktikan dengan mengambil serta mengembalikan formulir penjaringan bacalon PDIP beberapa waktu lalu.
"Puang itu patriot. Kalau punya putusan (keputusan) pasti dijalankan," ungkapnya.
Menanggapi kicauan yang berkembang, Thohari memilih tenang dan santai.
Menurutnya hal itu biasa dalam politik. Apalagi tahapan Pilkada 2020 semakin dekat.
"Gak ada yang minor, tergantung orang persepsikan saja. Saya pikir politik harus positif. Komunikasi terakhir masih kukuh, mau maju di Pilkada Balikpapan," ujarnya.
Saat disinggung perkembangan proses penjaringan bacalon, Wakil Ketua DPRD Balikpapan tersebut menyebut 7 nama kandidat sudah diserahkan ke DPP PDIP.
Pada 30 November 2019, juga bakal digelar rakor persiapan pemenangan Pilkada di DPP PDIP. Pengurus KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) juga badan pemenangan pemilu DPC bakal berkumpul di Jakarta.
"Nama-nama di DPP semua, tinggal agendakan mengundang feet and proper test semua kandidat bacalon, kita masih menunggu," tuturnya.
Untuk diketahui, Pileg 2019 PDIP berhasil mendapat 8 kursi di parlemen. Dua kursi lebih banyak dari Pileg 2014. Artinya dilihat dari sudut pandang elektoral, partai berjuluk 'Wong Cilik' mampu merebut hati masyarakat Balikpapan.
Posisi bagus di parlemen, apalagi mereka menggaet PKB dalam koalisi fraksi, sehingga bila koalisi berlanjut hingga 2020, PDIP bisa mengusung bacalon mereka dengan tambahan 1 kursi PKB.
PDIP juga jadi partai pertama yang membuka penjaringan bacalon Pilkada di Balikpapan. Sukses menarik 9 sosok kandidat bacalon mengambil formulir pendaftaran. Kendati yang mengembalikan formulir secara sah sebanyak 7 orang.
Kandidat bacalon eksternal yang sah daftar penjaringan PDIP, di antaranya Yaser Arafat, Arita Rizal Effendy, Sabaruddin Panrecalle, dan Ahmad Basyir.
Sementara kader internal PDIP, di antaranya Irjen Pol (purn) Safaruddin (anggota DPR RI), Eddy Tarmo (Anggota DPRD Kaltim) dan Thohari Azis (Anggota DPRD Balikpapan).
Pertarungan Safaruddin dengan Rahmad Masud
Tentu Pilkada Balikpapan, adu kuat kakak Bupati Penajam Paser Utara, Rahmad Masud dan mantan Kapolda Irjen Pol Purn Safaruddin.
Diketahui, Rahmad Masud merupakan kakak dari Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud.
Sedangkan Safaruddin, yang tampaknya bakal menjadi calon lawan tangguh Rahmad Masud merupakan jenderal purnawirawan bintang dua, eks Kapolda Kaltim.
• Rival Ahok, Anies Baswedan Tak Lagi dengan Sandiaga Uno, Klaim Punya 12 Prestasi di DKI Jakarta
• Kondisi Penajam Terkini, Sudah Kondusif, Polda Kaltim Minta Masyarakat Percaya Hukum
• Sosok Purnawirawan TNI Ini Bayar Rp 25 Juta untuk Memata-matai Wiranto, Tapi Berdamai di RSPAD
Balikpapan sebagai kota penyangga Kalimantan Timur, ibu kota negara yang baru, akan menggelar Pilkada Balikpapan 2020.
Kursi Walikota Balikpapan diprediksi akan sengit diperebutkan.
Mengingat Walikota Balikpapan saat ini Rizal Effendi dari Partai Nasdem tak bisa mencalonkan diri lagi karena sudah memimpin Balikpapan dua periode.
Namun, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud dari Partai Golkar dikabarkan maju di Pilkada Balikpapan dan menjadi calon yang diperhitungkan.
Rahmad Masud diketahui juga merupakan Ketua DPD Golkar Balikpapan.
Ia membawa Partai Golkar sebagai pemenang pemilu legislatif di Balikpapan pada April lalu dengan perolehan 11 kursi.
Tertinggi dari partai lain yang memiliki kursi di DPRD Balikpapan.
Sedangkan, Rizal Effendi justru tak mengantarkan satu pun kursi NasDem di DPRD Balikpapan.
Dari total 45 kursi di DPRD Balikpapan, Golkar memperoleh 11 kursi, PDI-P 8 kursi, PKS dan Gerindra sama 6 kursi, Demokrat 4 kursi, Hanura 2 kursi, dan PKB 1 kursi.
Dari komposisi ini, hanya Golkar yang berhasil mengusung calon sendiri tanpa koalisi karena melebihi sembilan kursi.
Partai lain yang mencari tambahan kursi atau koalisi untuk mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan yang dihelat September tahun depan.
Namun, hingga kini belum ada bentukan koalisi partai.
Hanya, manuver-manuver dari para calon menghiasi Pilkada Balikpapan.
Rahmad Masud mengatakan hasil pleno DPD Golkar Balikpapan sudah memutuskan dirinya sebagai Calon Walikota Balikpapan.
Hanya, belum ada SK dari DPP Golkar.
Meski tanpa koalisi, Golkar bisa mengusung calon sendiri.
Namun, komunikasi politik tetap ia lakukan dengan partai politik lain.
"Kami membuka diri kepada semua partai," kata Rahmad saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (10/10/2019).
Soal wakilnya, ia belum memastikan apakah dari kalangan politisi, profesional atau akademisi.
Yang jelas, dia bisa bersinergi dan bekerja sama dengan siapapun.
"Harus bekerja untuk kepentingan masyarakat Balikpapan.
Itu komitmen saya," ujar Rahmad Masud.
Soal ibu kota negara, Rahmad Masud tak ingin mengaitkan.
Namun, dia ingin membawa Balikpapan sebagai kota terkemuka, layak huni, apalagi sebagai penyangga ibu kota negara.
"Soal ibu kota negara itu hanya ketemu di persimpangan jalan saja.
Balikpapan sejak dulu harus didorong maju sebagai kota layak huni," ujar dia.
Rahmad Masud menegaskan, dijadikan atau tidak Kaltim sebagai ibu kota, Kota Balikpapan harus didorong maju.
Rahmad Masud akan sowan ke keluarga besar Masud, meminta izin keluarga untuk maju sebagai calon Walikota Balikpapan.
Mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol (Purn) Safaruddin yang kini memimpin DPD PDI-P Kaltim pun menyatakan siap maju pada Pilkada Balikpapan.
Ia resmi mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan bacalon dari PDI Perjuangan Balikpapan belum lama ini.
PDI Perjuangan bahkan disebut-sebut telah berkoalisi dengan PKB sehingga genap sembilan kursi untuk mengusung paket calon wali kota dan wakil wali kota.
Hanya, belum diketahui sosok wakil yang mendampingi Safaruddin.
Safaruddin rela menanggalkan kursi DPR RI sejak ia terpilih pada Pileg 2019 lalu untuk dapil Kalimantan Timur.
"Kami mendorong Pak Safaruddin sebagai calon Walikota Balikpapan," ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan, Thohari Aziz.
Antara Rahmad Masud dan Safaruddin, dua calon ini disebut-sebut sebagai calon terkuat Pilkada Balikpapan.
Selain karena elektabilitas, keduanya juga memimpin dua partai yang menguasai kursi di DPRD Balikpapan.
Dikutip dari Tribun Kaltim, ada pula nama lain yang ikut mencuat sebagai calon Walikota maupun Walikota Balikpapan.
Di antaranya Sabaruddin Panrecalle politisi Gerindra dan kini sebagai Wakil Ketua DPRD Balikpapan.
Lalu ada Syukri Wahid, politisi PKS yang menduduki kursi legislatif di DPRD Balikpapan tiga periode.
Nama lain juga disebut-sebut akan maju adalah istri wali kota Balikpapan, Arita Rizal Effendi.
Lalu ada Ahmad Basir Bendahara dari NasDem, Syaid MN Fadly yang kini sebagai sekda Balikpapan, Glenn Nirwan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Balikpapan, dan Yaser Arafat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan.
(Fachri/Tribunkaltim.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pdip-balikpan-oyu.jpg)