Senin, 27 April 2026

Ikmal Sudah Ikut Kompetisi Skateboard di Jakarta, Bali dan Makasar, Apa Prestasinya?

Ikmal Sudah Ikut Kompetisi Skateboard di Jakarta, Bali dan Makasar, Apa Prestasinya?

Penulis: Cahyo Adi Widananto | Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, cahyo widananto
Komunitas Skateboard Gunakan Mandau Skatepark Untuk Berlatih 

Sejarahnya, olahraga skate board di Asian Games baru pertama kalinya dipertandingkan.

Indonesia menjadi tuan rumah, olahraga skateboard jadi bagian rangkaian pertandingan.

Baca: Kronologi Lengkap Pesawat Pribadi Milik Gubernur Aceh Mendarat Darurat di Pantai

“Mudah-mudahan dimasukkan ke Asian Games, skateboard bisa jadi olahraga yang disukai banyak orang.

Masyarakat Indonesia bisa mengenal mendalam,’’ tuturnya.

Persaingan Sangat Kompetitif

Persaingan olahraga ini tidak bisa dianggap sebelah mata, sebab negara-negara di Asia punya kekuatan

skater yang mumpuni seperti Tiongkok, Jepang, Thailand, dan Singapura. Pertandingan yang akan

dijajalnya yakni kategori street, aliran park, Best Trick, dan terakhir ialah Game of Skate.

“Yang paling menantang buat saya pribadi yang street sama yang park. Harus main alatnya secara baik,

perlu konsentrasi tinggi. Belum lagi trik-trik yang dipertunjukkan harus berkualitas,” kata Ahlan.

Menurut dia, sekelas negara asia, yang paling gres dunia skateboard adalah Tiongkok. Negara ini, ada

sebuah provinsi membangun arena skate board berkonsep taman.

Baca: Bukan dari Bumi, Bukan Meteor, Ahli NASA pun Kaget Ungkap Fakta Di Balik Misteri Hajar Aswad Ini

Setiap orang yang bermain skateboard sudah bak berada di surga. Tempatnya sejuk, rindang, indah, sebab

sekelilingnya banyak pemandangan pepohonan rindang.

Tempat tersebut berada di Shanghai, Tiongkok.

Lokasi ini dianggap taman skateboard terbesar di negara Tiongkok.

Nama tempatnya dikenal SMP Skatepark yang memiliki luas 44,935 kaki persegi. Setiap tahunnya arena ini

dijadikan lokasi event lomba bertaraf internasional The Showdown.

“Negaranya sediakan fasilitas maksimal, pasti berpengaruh pada warganya. Jago bermain. Indonesia

apalagi Balikpapan belum sampai ke tahap sana. Mudah-mudahan diikutkan di Asian Games bisa ada

kesadaran untuk semakin memajukan skate board Balikpapan,” tegas Ahlan.

Nah, bekal untuk menajamkan kompetisi di Asian Games, Ahlan akan melakukan pemondokan program

pelatnas di Jakarta yang rencananya digelar pada 20 Februari 2018. Pembinaan ini dibawah lindungan

Pengurus Besar Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia.

Ahlan mengikuti program pelatnas selama sebulan lebih. Arena laihan yang akan dipilih kemungkinan di

Xtreme Park, Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nantinya di arena Asian Games,

skater asal Indonesia nampaknya akan lebih mengandalkan kategori Street dan Park.

“Sepertinya kami akan dilatih fisiknya. Kemudian diajarkan teknik skate board yang berbeda, spesial.

Diberikan latihan penguasaan medan skate,” ungkap pria yang juga jago menggambar sketsa ini.

Nanti kabarnya, setelah program pelatnas akan berlanjut latihan di California Amerika Serikat.

Bagi Ahlan, kesempatan ini dianggap peluang emas. Menurut pengetahuannya, California merupakan

kiblatnya dunia skateboard. Ia Berharap bisa menggali secara semurna dunia skateboard di California.

“Berangkat direncanakan Maret tahun ini. Kami diberi sekolah selama sebulan. Pilihan yang tepat

diberangkatkan ke California. Disini sudah hidup sekali sakte board-nya,” ujarnya.

Pembiayaan itu semua ditanggung oleh Kementrian Pemuda dan Olah-raga Republik Indonesia. Namun

untuk biaya pulang pergi dan logistik saat ikut seleksi untuk pelatnas ditanggung sendiri oleh Ahlan.

“Sudah meminta ke Dinas Olahraga Balikpapan tapi belum bisa segera diberi, ya akhirnya pakai uang saya

sendiri, pakai uang tabungannya,” katanya yang sangat berharap pemerintah Kota Balikpapan mau ikut

berpartisipasi memberi bantuan finansial dan moril.

Sempat Dilarang Orangtua

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ahlan sudah bangun cinta pada skateboard.

Baca: Potret Gusti Rosaline Istri Siri Eks Pejabat yang Dianiaya hingga Laporan Celana Dalamnya Hilang

Sehari-harinya bermain skateboard, tiada hari tanpa skate board, sampai beberapa kali papan skate patah,

yang membuat Ahlan harus mengocek lebih dalam isi dompetnya.

“Kalau dihitung-hitung saya sudah habis sampai ratusan juta hanya untuk skateboard,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kerusakan bukan saja terjadi pada alat bermainnya. Ternyata Ahlan sempat cedera saat

bermain skate yang akhirnya harus membutuhkan perawatan fisik yang maksimal.

Lengan Ahlan sempat patah, kakinya sempat terkilir, membuat Ahlan harus berhenti bermain selama

berbulan-bulan melakukan perawatan fisik pada tukang pijit berpengalaman yang tidak jauh dari tempat

tinggalnya di Sepinggan.

“Kalau sudah sembuh kembali normal saya main lagi. Tidak akan pernah kapok. Ini sudah hobi saya. Sudah

cinta, tidak bisa berhenti,” tutur pria berkulit sawo matang ini.

Ahlan menggandurungi dunia olahraga beroda empat ini bukanlah hal yang mudah. Orangtuanya sempat

melarang dan uang yang dimiliki pun terbatas, tetapi Ahlan tidak patah arang.

Ahlan sering ikuti kompetisi skateboard tingkat provinsi maupun nasional.

“Sempat saya ikut pertandingan tingkat nasional pergi secara diam-diam, tidak izin sama orangtua. Pergi ke

sana kemari memakai uang tabungan. Harapannya kalau menang dapat uang dan bisa dipakai buat

pulang,” ungkapnya, mengungkit masa lalunya dalam menekuni skateboard.

Sebagai orangtua, Dodo Jusuf (64), mengungkapkan, anaknya sudah kepincut dengan skateboard.

Olahraga ini ibaratnya sudah mendarah daging. Dodo sempat bekomentar keras pada anaknya untuk

tinggalkan dunia skateboard.

“Saya sempat marah, saya melarang tapi memang Ahlan tidak berhenti. Tetap nekat main

terus skateboard.

Namun kini, kata Dodo, seiring waktu berjalan, dirinya sudah ikhlas dan lega akan terus mendukung bakat

minat hobi Ahlan di skateboard. Awalnya Dodo sempat berpikiran untuk apa bermain skateboard.

Sebab nilai yang didapat tidak ada kemanfaatan. Sebaliknya waktu itu Dodo selalu menganggap, hal

tersebut memunculkan kemudharatan, derita yang perih.

“Bangga juga anak saya sekarang dipilih untuk ikut bertanding di Asian Games, mewakili Indonesia. Bawa

nama harum Balikpapan kota kita tercinta. Saya dukung penuh,” ungkap Dodo.

Karena itu, tambahnya, “Saya doakan, anak saya bisa berhasil raih kemenangan. Membawa piala untuk

Balikpapan. Satu-satunya anak di Pulau Kalimantan yang mewaliki di Asian Games,” tegasnya, menutup

pembicaraan dengan Tribunkatim.co.  (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved