Breaking News

BREAKING NEWS Warga Datangi Pemkab Kutim, Kesulitan Mendapat BBM Premium dan Pertalite di SPBU

Breaking News. Warga Temui Pemkab Kutim bersama Pertamina, Bahas seputar Langkanya BBM dan elpiji

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Jino Prayudi Kartono
Rapat kordinasi di ruang Ulin kantor Pemkab Kutai Timur, Kamis (24/10/2019). Masyarakat mengeluh langkanya BBM dan elpiji di area Sangatta. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Breaking News. Masyarakat khususnya pengguna kendaraan roda dua maupun empat mendatangi kantor Bupati Kutai Timur atau Pemkab Kutim, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (24/10/2019).

Mereka memprotes dengan langkanya BBM di beberapa SPBU yang ada di Sangatta, Kalimantan Timur.

Masyarakat pun diterima baik oleh pejabat Pemkab Kutim dan langsung mengadakan rapat kordinasi antara masyarakat dan pihak Pertamina.

Dari pantauan Tribunkaltim.co di ruang Ulin, masyarakat mengeluh tentang sulitnya mencari BBM

Baik Premium maupun Pertalite.

Bahkan dari informasi yang didapat warga saat truk pengisi BBM tiba di SPBU Sangatta, sebentar saja BBM tersebut habis.

Mereka menduga pengetap yang memicu langkanya BBM jenis Premium maupun Pertalite.

Hingga berita ini diturunkan pihak Pertamina dan pemerintah datang dan mendengarkan keluhan dari masyarakat. 

Pihak Kepolisian Ungkap Kasus Pengetap BBM Subsidi

Berita sebelumnya. Pertamina mengapresiasi langkah Kepolisian pada penindakan kasus pengetapan BBM bersubsidi jenis solar di Samarinda.

"Kami sangat mengapresiasi penertiban yang dilakukan oleh aparat agar BBM subsidi, khususnya solar bisa tepat sasaran sesuai peruntukannya," ucap Region Manager and Comunication CSR Pertamina, Heppy Wulansari, Kamis (19/9/2019).

Terkait dengan proses penyidikan, hingga ke tahap peradilan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian guna membongkar sepenuhnya kasus tersebut.

"Untuk investigasi, sepenuhnya kami serahkan ke aparat Polres Samarinda. Jika, pada kejadian ini SPBU terbukti terlibat, tentu akan kami berikan tindakan tegas sesuai ketentuan," tegasnya.

"Kepada masyarakat, kami mohon bantuannya jika menemukan indikasi penyimpangan BBM/LPG subsidi, agar bisa melaporkan ke aparat atau bisa menginformasikan ke Pertamina langsung melalui call center 135," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved