Pemilihan Kepala Kampung - Polres Berau Geser Personel untuk Pengamanan Pilkakam ke Kampung-Kampung
Pemilihan Kepala Kampung - Polres Berau Geser Personel untuk Pengamanan Pilkakam ke Kampung-Kampung
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemilihan Kepala Kampung - Polres Berau Geser Personel untuk Pengamanan Pilkakam ke Kampung-Kampung
Pada hari Selasa (29/10/2019) nanti, Kabupaten Berau akan melakukan Pemilihan Kepala Kampung ( Pilkakam ) secara serentak.
Di akhir tahun 2019 ini, ada 20 kampung yang akan menggelar pemilihan kepala kampung secara serentak.
Seperti layaknya pemilihan kepala daerah (pilkada), pilkakam juga muncul potensi kerawanan gangguan keamanan.
Karena itu, Polres Berau saat ini tengah melakukan pergeseran jajarannya, untuk memperkuat pengamanan di kampung-kampung selama pilkaka, berlangsung.
Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono mengatakan, pihaknya akan terlibat dalam pengamanan.
“Jadi kita melakukan persiapan pergeseran pasukan untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi di kampung,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Polres Berau juga dibantu sejumlah personel dari TNI dan Satpol PP.
kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono menambahkan, pergeseran pengamanan ini akan dilakukan hari Minggu (27/10/2019) ini.
Apalagi pergeseran logistik sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Pengamanan tidak hanya di wilayah (kecamatan), tapi kita geser personel Polres Berau ke wilayah.
Kita juga berharap kerja sama masyarakat untuk membantu menciptakan suasana aman dan lancar pada pelaksanaan pesta demokrasi di kampung,” katanya.
• 20 Kampung Gelar Pilkakam Serentak, Bupati Berau Ingatkan Kepala Kampung Terpilih Soal Ini
• Tunggu Pilkakam Serentak, 6 Kampung di Berau Dipimpin Pejabat Sementara
• Kerjasama Palang Merah Indonesia dan Baznas Berau, Ini Manfaaatnya untuk Masyarakat
Pelaksanaan Pemilihah Kepala Kampung serentak tahun 2019 ini akan segera dimulai.
Sebelum pelaksanaan pemilihan tersebut, 70 calon kepala kampung dikumpulkan bersama untuk melakukan deklarasi damai.
Deklarasi damai disaksikan oleh Bupati Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Pada deklarasi damai ini, seluruh calon kepala kampung melakukan tanda tangan dan pernyataan sikap untuk mengikuti pemilihan kepala kampung secara damai.
Deklarasi damai yang disepakati itu berisi pernyataan, bersedia melaksanakan dan mentaati tata tertib pelaksanaan pemilihan kepala kampung dengan penuh rasa tanggung jawab.
• Info CPNS 2019 Jangan Percaya Kabar di WhatsApp, BKPP Berau Tunda Pengumuman Formasi CPNS, Alasannya
• Tarif Puskesmas di Berau Naik Lebih dari 100 Persen, Ini yang Dilakukan Wakil Bupati Agus Tantomo
• Tidak Cuma Bawang Merah dan Putih, di Berau Harga Cabai Juga Ikut Naik, Ibu-ibu Kalau Nawar, Sadis!
Bersedin dan berkewajiban untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban serta persatuan dan kesatuan masyarakat.
Para calon kepala kampung yang mengikuti Pilkakam juga diminta kesediaan mengendalikan diri dan mencegah masa pendukung yang akan melaksanaan tindakan provokasi, dan anarkis dalam pelaksanaan pemilihan kepala kampung.
Kemudian melaksanakan pemilihan kepala kampung secara demokratis, tertib, aman, jujur, adil serta berkualitas.
Dan terakhir para calon kepala kampung menerima hasil pemilihan kepala kampung dan siap kalah, dengan semangat berkompetensi yang sehat dan demokratis.
Bupati Berau Muharram menyampaikan bahwa semua calon yang mengikuti proses pemilihan ini patut diberikan apresiasi.
Karena menurutnya, masing-masing calon ini memiliki niat yang kuat dalam membangun kampung.
• Korban Hilang di Sungai Segah Berau Saat Speedboat Terbalik, Akhirnya Ditemukan, Ini Kondisi Korban
• Tidak Punya NIK, Banyak Murid SD di Berau Terancam Tidak Bisa Ikut Ujian Nasional, Ini Solusinya
“Kita berikan ruang kepada siapa saja yang ingin maju. Karena semua masyarakat memiliki hak yang sama,” tegasnya.
Ia juga mengatakan bahwa dalam pemilihan kepala kampung nanti para calon harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
Bahkan Muharram menegaskan agar pemilihan ini tidak disisipi oleh politik uang atau tindakan kecurangan lainnya.
Diharapkan pemilihan berjalan dengan lancar dan kampung memiliki pemimpin yang layak.
“Jadi pada saat terpilihnya nanti, kepala kampung bisa bekerja profesional tanpa ada kepentingan lainnya,” katanya.
(*)