DAFTAR KONTROVERSI Fachrul Razi 1 Minggu Jabat Menteri Agama, Tak Hanya Celana Cingkrang & Cadar!

Daftar kontroversi Fachrul Razi 1 minggu menjabat Menteri Agama RI, ternyata tak hanya urusan celana cingkrang dan cadar!

2. Bukan Menteri Agama Islam

Logo Kementerian Agama RI

Dalam wawancara di Metro TV, Fachrul Razi menegaskan bahwa dirinya bukanlah Menteri Agama Islam yang hanya mengurusi agama Islam saja.

"Percayalah, saya ini Menteri Agama Republik Indonesia. Saya bukan Menteri Agama Islam. Itu perlu saya pegang teguh, sehingga langkah-langkah saya, kebijakan yang saya ambil bisa memadai hal-hal yang berkaitan dengan intoleransi tadi," ujarnya. 

Simak videonya menit 17:

Pernyataan ini lantai ditanggapi oleh Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhamad Isnur.

Menurut Isnur, pernyataan ini terlihat melindungi seluruh agama tetapi mengandung kesalahan mendasar yaitu ada agama yang diakui di Indonesia.

Kesalahan itu selama ini menjadi sumber diskriminasi terhadap kelompok minoritas keagamaan (aliran yang tidak dominan ataupun lebih sedikit diikuti).

"Kami menyarankan Menteri Agama berdiskusi mendalam dengan para ahli di bidangnya demi menegakkan konstitusi, yaitu melindungi seluruh rakyat Indonesia apa pun agama maupun keyakinannya," kata Isnur, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (1/11/2019).

Dia menjelaskan, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengatakan dalam putusannya Nomor 140/PUU-VII/2009 mengenai Pengujian UU 1/PNPS/1965 pertimbangan hal. 297-298:

"Mahkamah tidak sependapat dengan ahli Mudzakkir bahwa Pasal 2 ayat (1) UU Pencegahan Penodaan Agama dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada agama yang secara administratif memenuhi syarat dan diakui oleh negara. Menurut Mahkamah tidak ada hak atau kewenangan bagi negara untuk tidak mengakui eksistensi suatu agama, sebab negara wajib menjamin dan melindungi agama-agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia," tulis bunyi putusan MK.

Perrnyataan ini serupa pula dengan penjelasan Pasal 1 UU 1/PNPS/1965

“Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius). Hal ini dapat dibuktikan dalam sejarah perkembangan agama-agama di Indonesia. Karena 6 macam Agama ini adalah agama-agama yang dipeluk hampir seluruh penduduk Indonesia, maka kecuali mereka mendapat jaminan seperti yang diberikan oleh pasal 29 ayat 2 Undang-undang Dasar, juga mereka mendapat bantuan-bantuan dan perlindungan seperti yang diberikan oleh pasal ini. Ini tidak berarti bahwa agama-agama lain, misalnya : Yahudi, Zarasustrian, Shinto, Taoism dilarang di Indonesia," tulis aturan itu.

"Jikapun Menag menafsirkan penjelasan ini sebagai pengakuan oleh negara, ada 6 agama yang disebut dan bukan 5," kata dia.

Halaman
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved