Tahun Depan Penajam Paser Utara Dapat Ribuan Hektare Bantuan Benih Tanaman Pangan

Tahun Depan Penajam Paser Utara Dapat Ribuan Hektare Bantuan Benih Tanaman Pangan Kalimantan Timur untuk kemajuan tani Penajam Paser Utara.

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRibunkaltim.Co/Margaret Sarita
ILUSTRASI - Sawah padi menguning siap panen di Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara akan kembali mendapat bantuan berupa benih padi dari Kementerian Pertanian.

Kepala BidangKabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Distan Penajam Paser Utara, Bambang Marjuki menyatakan, tahun depan Benua Taka mendapat jatah benih padi dengan luas lahan 3.500 hektare.

"Rinciannya padi rawa 1.000 hektare dan padi hibrida 2.500 hektare," katanya, Minggu (3/11/2019).

Selain benih tanaman padi seluas 3.500 hektare, Distan juga mendapat bantuan benih jagung hibrida seluas 750 hektare serta tanaman holtikultura cabai rawit 10 hektare, cabai besar 20 hektare dan bawang merah 30 hektare.

"Rencana pemberian bibit tersebut untuk tahun 2020, bersumber dari APBN. Bantuan diberikan selain bibit, sekaligus pupuk namun disesuaikan dengan anggaran nantinya," tambah Bambang.

Bantuan tersebut akan disalurkan pada kelompok tani di seluruh Kecamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, melalui kelompok tani.

Untuk mendapat bantuan benih sekaligus pupuk gratis, kelompok tani harus mengajukan proposal ke Distan setempat.

Dalam proposal, kelompok tani harus mencantumkan kebutuhan benih dan luasan lahannya.

Kemudian, proposal masing-masing kelompok tani akan diverifikasi.

"Bantuan diberikan ke kelompok tani tergantung kebutuhan masing-masing. Syarat dari kita, kelompok tani sudah punya pengalaman dalam membudidayakan tanaman. Nanti diverifikasi berapa proposal yang masuk, mana yang layak diberi dan tidak," jelasnya.

Kelompok tani yang mendapatkan bantuan benih, diwajibkan melaporkan hasil dari progres kepada Distan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Hal tersebut untuk mengetahui apakah bantuan tersebut bermanfaat dan bisa meningkatkan produktifitas.

Sesuai dengan harapan Kementerian Pertanian untuk peningkatan produktifitas hasil pertanin di daerah.

"Artinya kita bantu, bermanfaat tidak? Ada pengaruhnya tidak? Kami mengevaluasi mulai dari benih yang tanam, luasan lahan sampai panen, harus dilaporkan. Minimal ke penyuluh yang ada di masing-masing kelurahan/desa. Penyuluhan yang melaporkan ke kita," tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved