Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah Dituding Sesat, Polsek Mediasi, MUI Samarinda Beri Keputusan Ini
Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah Dituding sesat, Polsek Samarinda Kota mediasi, MUI Samarinda Kalimantan Timur beri Keputusan sementara.
TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah Dituding sesat, Polsek mediasi, MUI Samarinda Kalimantan Timur beri Keputusan sementara, ini dia.
Ada mediasi lanjutan antara warga Gunung Manggah Samarinda dengan Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah yang diduga sesat.
Personel Polsek Samarinda kota dipimpin Kapolsekta Samarinda AKP Yuliansyah dan Wakapolsek AKP Supriyadin.
Melaksanakan giat pengamanan mediasi dugaan aliran sesat atau dugaan aliran.
Yang beberapa waktu lalu sempat meresahkan masyarakat.
Yang tinggal dikawasan Gunung mangga, Samarinda, Kalimantan Timur.
Aliran yang dianggap telah meresahkan masyarakat Kota Samarinda Kalimantan Timur beberapa waktu yang lalu.
Telah memasuki babak baru, untuk menjalankan mediasi.
Antara warga dengan jemaah kelompok yang bernama Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah yang berjumlahnya puluhan.
"Kelompok ini telah ada selama satu tahun, untuk menyebarkan ajarannya, yang dilakukan secara berpindah-pindah, hingga kali ini jamaah tersebut mulai melakukan praktek ajarannya di lingkungan warga Gunung Manggah," ungkap Kapolsekta Samarinda AKP Yuliansyah, SH, S.IK didampingi Wakapolsek AKP Supriyadins.SOS, Senin (4/11/2019).
Dalam agenda mediasi tersebut, berlangsung di Kantor Camat Samarinda ilir, Jl. Sungai Dama Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir ini,
Polsekta Sanarinda mengundang beberapa pihak yang berkompeten, dalam dalam pembahasan tersebut.
Yaitu MUI Samarinda, Kementrian Agama Samarinda, Kesbangpol, Camat Samarinda Ilir, Kalimantan Timur.
Kapolsek Samarinda Kota, Wakapolsek Samarinda Kota, Polresta Samarinda, Ketua Rt. 31 dan 33
Serta tokoh masyarakat Sungai dama, perwakilan masyarakat Sungai Dama, Samarinda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/meiasi-inih.jpg)