Gara-gara Pengetap Antre di SPBU Berau Warga Sulit Beli BBM, Dua SPBU Segera Dibangun

gara-gara pengetap antre di SPBU Berau warga sulit beli BBM, dua SPBU segera dibangun

Gara-gara Pengetap Antre di SPBU Berau Warga Sulit Beli BBM, Dua SPBU Segera Dibangun
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Seorang ASN terpaksa menghabiskan waktunya untuk mengantre BBM di sebuah SPBU. Aktivitas pengetab BBM di seluruh SPBU di Tanjung redeb dan sekitarnya dinilai sudah mulai menganggu kepentingan umum. 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Aktivitas para pengetap bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  atau SPBU Kabupaten Berau kian meresahkan.

Antrean panjang menjadi pemandangan sehari-hari. Keluhan masyarakat yang dilontarkan secara langsung, maupun melalui media sosial dari berbagai platform seolah luput dari perhatian.

"Sampai kapan kondisi SPBU kita seperti ini (antrean mengular). Bensin, solar bersubsidi selalu dipenuhi pengetap.

Bagaimana nelayan tidak mengeluh kesulitan mendapat BBM," kata Samsul yang mengaku berpofresi sebagai nelayan.

Kapolres Kutai Timur Tegaskan akan Menindak Pengetap yang Isi BBM di SPBU Berulang-ulang

Pemkab Kutai Timur akan Menindak Tegas Para Pengetap yang Mengisi BBM Berkali-kali, Ini Alasannya

Keluhkan Pengetap di Sangatta, Warga Keluhkan Antre Berjam-jam dan Kehabisan BBM

Masyarakat Mengeluh Maraknya Pengetap di SPBU Sangatta, Sepeda Motor bisa Bawa Drum Beli BBM

Samsul mengatakan, sebagai nelayan tradisional, dirinya hanya membutuhkan BBM sekitar 20 liter untuk mencari ikan di sungai, dengan perahu mesin tempel miliknya.

Di sekitar SPBU, memang banyak pedagang yang menjual BBM eceran. Tapi harganya lebih mahal, sama dengan harga BBM non subsidi.

Satu jerigen BBM jenis premium misalnya, dijual Rp 120 ribu per liter.

"Tapi mau tidak mau, kami beli. Karena kalau antre di SPBU seharian, kapan kami menangkap ikan," ujarnya dengan nada kesal.

Sementara di dalam SPBU, seorang Pegawai Negeri Sipil  tampak jenuh menanti giliran mengisi BBM, meski membeli BBM jenis non subsidi, namun PNS bernama Ramli ini juga harus tetap mengantre.

"Mungkin karena antrean bensin lebih panjang, yang mau buru-buru mengisi pertalite.

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved