Gedung Bedah Sentral Diusut Kejari Samarinda, Begini Tanggapan Direktur RSUD IA Moeis
Gedung Bedah Sentral Sedang Diusut, Direktur RSUD IA Moeis: Kalau Ada Masalah Silahkan Proses Hukum
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Rita Noor Shobah
BACA JUGA
RSUD IA Moeis Samarinda Naik Kelas, Pasien Rujukan Tak Perlu Berobat ke Balikpapan atau Kukar
RSUD IA Moeis Berharap Dapat Akreditas di usia yang ke 8
40 Persen Toilet RSUD IA Moeis Samarinda Perlu Perbaikan
RSUD IA Moeis Kini Punya Ruang Bedah Sentral Senilai Rp 38 Miliar
"Pertama harus profesional, kinerja rumah sakit bisa meningkat terutama pelayanan terhadap masyarakat," ungkap Syarifah Rahimah.
Sementara itu, Syarifah Rahimah menuturkan, dirinya akan menyesuaikan program rumah sakit dengan visi misi Kota Samarinda,
serta ingin menjadikan RSUD IA Moeis sebagai rumah sakit tipe C rujukan regional.
"Bahkan beberapa tahun ke depan, tidak hanya jadi rujukan regional, tapi daerah lain juga bisa," tutur Syarifah Rahimah.
Tidak hanya itu, pengembangan rumah sakit juga akan dilakukan dengan menambah sejumlah fasilitas kesehatan, mengingat lahan rumah sakit masih cukup luas.
"Potensi untuk pengembangan rumah sakit masih ada, lahan juga masih cukup luas.
Untuk sisi SDM, sesuai dengan Peraturan Kemenkes, jumlah yang ada saat ini cukup, bahkan lebih," urai Syarifah Rahimah.
"Jangan lupa, rumah sakit saat ini masih UPT Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Samarinda, makanya saya terus lakukan konsolidasi dengan Dinkes," sambung Syarifah Rahimah.
Ditanya mengenai Dana Alokasi Khusus ( DAK ) untuk keperluan rumah sakit apakah sudah terealisasi atau belum,
Syarifah Rahimah mengatakan dirinya belum mengetahui detail mengenai DAK yang ada,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sekda-kota-samarinda-sugeng-chairuddin.jpg)