Kabar Buruk, Pejabat BUMN Ditangkap Densus 88 Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Respons Erick Thohir

Pejabat BUMN Ditangkap Densus 88, Begini Respons Erick Tohir, Posisinya Ternyata Tak Sembarangan

Kabar Buruk, Pejabat BUMN Ditangkap Densus 88 Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Respons Erick Thohir
NUGYASA LAKSAMANA/BOLASPORT.COM
Ketua Inasgoc, Erick Thohir, marah besar saat mengetahui kendaraan tanpa stiker khusus bisa masuk ke kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8/2018) malam. (Foto tak terkait berita) 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar Buruk, pejabat BUMN yang ditangkap Densus 88 ternyata bukan orang sembarangan, begini respons Erick Thohir.

Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 4 orang terduga teroris di wilayah Provinsi Banten, Rabu (13/11/2019).

Satu di antara yang ditangkap diketahui bekerja di PT Krakatau Steel (Persero).

 Konyol, Pria Ini Pesan PSK Via Online ke Hotel, Ternyata Pacarnya Sendiri, Sempat Transfer Rp799ribu

 Kata Gubernur Orang Miskin Dilarang Wisata ke NTT, Silakan ke Jakarta Bali Manado, Jokowi Sudah Tahu

 Dapati Istri Selingkuh, Berawal Chat WhatsApp ada Kata Komandan, Ternyata dengan Oknum Polisi

Hal tersebut dipastikan berdasarkan konfirmasi resmi yang dirilis oleh pihak perusahaan.

Corporate Secretary Krakatau Steel, Pria Utama, menyebut jika yang ditangkap adalah karyawan level staf setingkat supervisor.

"Yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor, bukan petinggi atau level manajemen di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk," kata Pria melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/11/2019).

Pihak Krakatau Steel, kata Pria, menyerahkan sepenuhnya penangkapan tersebut kepada proses hukum yang berlaku.

Perusahaan, juga disebut mendukung mendukung upaya memerangi terorisme di Indonesia.

Adanya karyawan BUMN yang ditangkap lantaran terkait dugaan teroris di Banten juga sudah dikonfirmasi oleh Polda Banten.

ILUSTRASI - Petugas Densus 88 Anti Terror.
ILUSTRASI - Petugas Densus 88 Anti Terror. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

"Tidak menutup kemungkinan ada salah satu karyawan di BUMN," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, empat orang terduga teroris yang ditangkap di Banten, masing - masing berisinial:

- DA (28) Lelaki

- QK (54) Laki-laki

- AP (45) laki-laki

- MA (45) Laki-laki.

Edy mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (13/11/2019).

Saat ini, kata dia, empat orang yang ditangkap dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan upaya penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Penangkapan tersebut, kata Edy, berdasarkan hasil pengembangan dan penangkapan pelaku sebelumnya di wilayah lain.

Keempat diduga kuat merupakan anggota jaringan teroris.

Respons Erick Thohir

Densus 88 Antiteror Polri mengamankan empat terduga pelaku terorisme di Banten, Rabu (13/11/2019).

Empat terduga teroris yang diamankan masing-masing berinisial DA (28), QK (54), AP (45), dan MA (45).

Dari empat orang yang diamankan, satu diantaranya diduga sebagai petinggi perusahaan BUMN yang berlokasi di Cilegon, Banten.

Menyikapi hal tersebut Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa hal tersebut sebagai bagian dari proses hukum.

Erick Thohir
Erick Thohir (via Tribunnews)

"Ya enggak papa, itu kan bagian dari proses hukum yang harus dihormati," kata Erick Thohir, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Diketahui Densus 88 Mabes Polri masih terus mengembangkan pergerakan dan jaringan terorisme yang ada di Banten.

Serangan teror terakhir kali terjadi di Banten, ketika Wiranto yang saat itu masih menjabat sebagai Menkopolhukam ditusuk Abu Rara‎.

Akibatnya, Wiranto saat itu harus dilarikan ke RSPAD menggunakan helikopter untuk menjalani operasi.

Dilansir dari Kompas.com, Densus 88 Antiteror mengamankan 4 orang terduga teroris di wilayah Provinsi Banten, Rabu (13/11/2019).

Penangkapan tersebut hanya berselang beberapa saat setelah bom meledak di Polrestabes Medan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan oleh Tim Densus 88.

Sayangnya, Edy tidak menyebutkan detail lokasi penangkapan tersebut.

"Betul ada penangkapan, masih dalam pengembangan, jadi belum bisa menyampaikan (lokasinya)," kata Edy kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (14/11/2019).

Empat orang terduga teroris yang ditangkap masing-masing berisinial DA (28), QK (54), AP (45), dan MA (45).

Keempatnya laki-laki.

Edy mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (13/11/2019).

Saat ini, kata dia, empat orang yang ditangkap dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan upaya penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Penangkapan tersebut, kata Edy, berdasarkan hasil pengembangan dan penangkapan pelaku sebelumnya di wilayah lain.

Keempatnya diduga kuat merupakan anggota jaringan teroris.

"Diduga kuat, setelah pengembangan oleh tim Densus 88/Antiteror mereka terlibat tindak pidana terorisme setelah melalui proses penyelidikan yang cukup panjang,"imbuh Kabid Humas kembali," kata dia.

Cegah Terjadi Aksi Teror Bom, Wakapolda Kaltim: Masyarakat Harus jadi Polisi Untuk Diri Sendiri

Kabar Buruk Bali Kembali Jadi Incaran Teror, Istri Bomber Medan Duet dengan Narapidana Susun Rencana

Ledakan Bom Bunuh Diri di PolrestabesMedan, Wakapolda Kaltim Sebut Tidak Ada Daerah Rawan Aksi Teror

Menkopolhukam Mahfud MD Ungkap Pola Teroris, Hit Run dan Libatkan Istri Anak, Juga Singgung Wiranto

(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved