Kelangkaan BBM Berau

Kelangkaan BBM Berau Kalimantan Timur Terasa Sampai Pulau Maratua, Ini Dampaknya

Gejala kelangkaan BBM Berau Kalimantan Timur Terasa Sampai Pulau Maratua, Ini Dampaknya bagi di Kalimantan Timur.

Kelangkaan BBM Berau Kalimantan Timur Terasa Sampai Pulau Maratua, Ini Dampaknya
Tribunkaltim.co/Geafry N
Dermaga Teluk Harapan, Pulau Maratua ini terpaksa menolak permintaan penumpang yang ingin menuju Tanjung Redeb, karena tidak memiliki cadangan BBM. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kali ini kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan, namun juga terjadi di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Apalagi, di Pulau Maratua ini memang belum ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ).

Kondisi ini berdampak terhadap layanan transportasi laut di Pulau Maratua.

Hingga hari Minggu (17/11/2019) kemarin, banyak speedboat yang tidak bisa melayani penumpang, khususnya wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur

Darfin, salah seorang pengelola speed boat di Pulau Maratua mengatakan, sudah 4 hari ini, tidak banyak speed boat yang lalu lalang ke Pulau Maratua seperti biasanya, saat akhir oekan, di mana banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.

"Banyak speed di sana (dermaga) tapi tidak ada BBM. Sudah empat hari tidak ada
speed reguler, hari ini hanya 2 saja yang jalan. Sementara banyak penumpang yang mau ke Tanjung Redeb," ungkapnya ditemui di dermaga.

Satu speed boat miliknya juga sudah berada di Tanjung Redeb sejak 2 minggu lalu untuk membeli BBM. "Tapi tidak dapat-dapat. Saya sudah pesan sejak dua minggu lalu," katanya lagi.

Kendala yang sama juga dihadapi sejumlah operator speed boat lainnya. Yohanes misalnya, mengaku sudah sepekan ini tidak dapat penghasilan, meski banyak wisatawan yang meminta diantar ke sejumlah objek wisata di Kepulauan Derawan. Ada juga yang minta diantar ke Tanjung Redeb, Berau

"Bisa saja mengantar ke Tanjung Redeb. Tapi masalahnya nanti di sana, belum tentu dapat BBM. Nanti malah tidak bisa pulang (ke Pulau Maratua). Di sana nanti harus menginap lagi, keluar biaya lagi," ujarnya.

Biasanya, para operator speed boat di Pulau Maratua akan mendapat informasi dari sesama operator speed boat yang berada di kota. "Kalau mereka bilang BBM sudah lancar, baru kami ke sana membeli," tandasnya.

Halaman
1234
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved