Minggu, 26 April 2026

Hujan Es di Samarinda

Hujan Es di Samarinda Seberang, Biasanya Terjadi di Awal Musim Hujan

Hujan Es di Samarinda Seberang, Biasanya Terjadi di Awal Musim Hujan. Biasanya terjadi saat memasuki musim penghujan

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/Cahyo Wicaksono Putro
Salah seorang warga menunjukan es ditangan. Hujan es menimpa Kota Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA-hujan es di Samarinda Seberang, biasanya terjadi di awal musim hujan

Hujan es turun di Samarinda. Seperti yang dialami warga Samarinda Seberang, saat hujan deras mengguyur Kota Samarinda pada  Kamis (21/11/2019).

Hujan es   ini terjadi di lingkungan CV. Flora Chania, di dekat penjual tanaman buah unggul, di Jl. Rivaddin dekat Kampus IAIN Samarinda Seberang.

Kepala Stasiun II Temindung BMKG SamarindaRiza Arian Noor  mengungkapkan, diawal Novemver 2019, wilayah Kaltim memang telah memasuki musim penghujan.

"Jadi di awal dan akhir bulan November itu biasanya memang memasuki musim musim penghujan untuk wilayah Kaltim," ungkap Riza Arian Noor

Baca Juga Polres Balikpapan Gencarkan Patroli, Kini Ketambahan Peralatan Ini, Mampu Masuk Gang Gelap Sempit

Baca Juga   Euforia Asian School Football Championship Tim Korea Selatan Bikin Remaja Putri Histeris di Lapangan

Baca Juga   Kesaksian Tetangga, Si Terduga Teroris di Samarinda Kadang Bakar Ikan, Orangnya Terbuka Suka Ngobrol

Baca Juga   Penangkapan Terduga Teroris di Samarinda, Polda Kaltim Minta Masyarakat Jangan Terlalu Khawatir

Karakteristik di awal musim, memang biasanya perubahan cuaca sangat sugnifikan dan mempengaruhi bentuk hujan.

"Karakteristik awal musim memang biasanya seperti itu, perubahan cuacanya signifikan apalagi dari panas berubah menjadi hujan," paparnya.

"Kalau fenomena hujan es ini kan tergantung dinamika atmosfernya, jadi pertumbuhan awannya yang cukup tinggi itu harus didukung dengan kondisi labilitas udaranya juga," lanjutnya.

Pertumbuhan awan kumulonimbuslah, yang menjadi penyebab utama terjadinya hujan es, karena melewati batas top icing.

"Memungkinkan saja (terjadi di Samarinda) kalau memang pertumbuhan awan kumulonimbus nya cukup tinggi dan sudah melewati batas top icing.

Sebenarnya potensi-potensi ini bisa BMKG deteksi jika kami memiliki fasilitas radar cuaca, kebetulan untuk BMKG Samarinda kita belum punya alat tersebut adanya di stasiun Balikpapan," sebut Riza Arian Noor

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved