Selasa, 14 April 2026

Datangi Tempat yang Diduga Tercemar Limbah, Ini yang Ditemukan Rombongan Wabup Berau di Lokasi

Datangi Tempat yang Diduga Tercemar Limbah, Ini yang Ditemukan Rombongan Wabup Berau di Lokasi

Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Geafry N
Datangi Tempat yang Diduga Tercemar Limbah, Ini yang Ditemukan Rombongan Wabup Berau Kalimantan Timur di Lokasi 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Setelah menerima kunjungan dari sejumlah petani keramba ikan dari Kelurahan Bedungun dan para nelayan dari Kecamatan Teluk Bayur.

Yang mengadukan keresahan mereka terhadap fenomena perubahan warna air Sungai Segah, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, hari Senin (25/11/2019)

Melihat langsung kondisi sungai yang menurut warga, telah tercemar.

Pindah Pipa Air Baku, 45 Persen Layanan Air PDAM Balikpapan Terganggu, Ini Daerah yang Terganggu

Fenomena Sungai Segah Masih Terjadi, Air Baku Mengandung Asam, Biaya Produksi PDAM Berau Naik

Untuk Memastikan Air Produksi PDAM Tirta Segah Aman Dikonsumsi, PDAM Masih Tunggu Hasil Uji Sampel

Sebut Kantongi Temuan, Anggota DPRD Balikpapan Ini Siap Hadapi PDAM Jika Tidak Transparan

Dugaan Pencemaran Sungai Segah,2 Perusahaan Diminta Hentikan Sementara Aktivitas,Ini Ancaman Nelayan

Fenomena ini bukan yang pertama terjadi.

Tahun 2015 dan tahun 2016 lalu, fenomena ini membuat para nelayan dan petani keramba mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Lantaran ikan-ikan yang mereka budidayakan mati.

Itu sebabnya, para nelayan dan petani keramba menjadi resah.

Untuk itu, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Direktur PDAM Tirta Segah melakukan pengecekan kondisi air Sungai Segah secara langsung.

Pengecekan dilakukan hingga ke pintu air salah satu perusahaan kelapa sawit.

Agus Tantomo mengatakan, pemeriksaan sejumlah titik ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung.

Apa penyebab fenomena alam ini bisa terjadi, sekaligus mencari solusi.

Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Namun temuan dari lapangan memang ada indikasi pencemaran.

Tingkat pH (asam-basa) air sungai di sejumlah titik pintu air milik perkebunan sawit mengalami penurunan secara ekstrem.

Dari salah satu pintu air milik perusahaan perkebunan sawit diketahui, pH air sangat rendah yakni 2.6 hingga 2.8.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved