Datangi Tempat yang Diduga Tercemar Limbah, Ini yang Ditemukan Rombongan Wabup Berau di Lokasi
Datangi Tempat yang Diduga Tercemar Limbah, Ini yang Ditemukan Rombongan Wabup Berau di Lokasi
Namun beruntung saat ini pintu air ini sudah ditutup sejak beberapa hari terakhir.
"Mereka (perusahaan sawit) sudah melakukan penutupan water gate (pintu air)."
"Tapi (penutupan Ini hanya bersifat sementara karena tak mungkin limbah ini tetap di lingkungan kebun mereka,” kata Agus Tantomo.
Seperti hasil rapat sebelumnya, DLHK akan membuat revisi atau aturan tentang pengelolaan limbah kebun sawit yang mengalir ke sungai yang selama ini memang belum ada regulasinya.
Untuk diketahui, pada saat tertentu, perkebunan sawit melakukan pemupukan.
Pupuk ini kemudian terbawa air hujan melalui drainase yang mengalir ke sungai.
“Akan ada perubahan Analisis Dampak Lingkungan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHK Berau, Rahmadi Pasarakan yang ikut dalam rombonhan ini mengatakan.
Pihaknya akan merekomendasikan perusahaan perkebunan sawit untuk membuat penampungan limbah sementara.
Di tempat penampungan itu, limbah harus dinetralisir terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai.
“Limbah atau aliran drainase dari perkebunan sawit ini harus memenuhi standar pH, yakni 6 sampai 7,” tandasnya.
Air Baku Mengandung Asam
Berita sebelumnya di Tribunkaltim.co. Fenomena Sungai Segah masih terjadi, air baku mengandung asam, biaya Produksi PDAM Berau Kalimantan Timur naik.
Fenomena perubahan warna air sungai, sudah memasuki pekan ketiga.
Belum ada tanda-tanda, fenomena ini akan berakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wabup-berau-limbah.jpg)