Polemik Betrand Peto Minum ASI Sarwendah, Sebaiknya Pilih Ibu Susu atau Susu Sapi? Ini Jawabannya

Polemik Betrand Peto Minum ASI Sarwendah, Sebaiknya Pilih Ibu Susu atau Susu Sapi? Ini Jawabannya,

Editor: Mathias Masan Ola
(Shutterstock.com)
Ilustrasi ASIP di dalam lemari pendingin 

Aturan jadi ibu susu Endang juga menyebutkan, beberapa aturan yang seharusnya diikuti, seperti hanya dilakukan oleh ibu yang juga memiliki anak di bawah dua tahun.

Jika itu dilakukan terhadap anak yang telah berusia dua tahun atau lebih, menurut Endang, ini sudah di luar kewajaran.

Apalagi jika dilakukan secara langsung, tanpa melalui alat bantu (seperti botol susu atau gelas) dan proses tertentu.

Ibu susu dan bukan anak kandung yang disusui harus jelas identitas dan kondisi kesehatannya. Selain untuk tujuan menjaga “keamanan” kesehatan secara medis, seperti menularnya penyakit-penyakit tertentu, juga untuk menjaga kejelasan identitas yang dapat berpengaruh terhadap berbagai kemungkinan pada masa datang.

"Dalam agama Islam, misalnya, anak sepersusuan, apabila berbeda jenis kelamin, dilarang untuk menikah satu sama lain. Demikian juga ibu susu dengan anak susuannya. Oleh karena itu, kejelasan identitas menjadi penting," ujarnya.

ASI vs Susu Formula

Berdasarkan banyak penelitian ilmiah di bidang medis maupun psikologi, tidak terbantahkan manfaat dan pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) oleh ibu yang sehat kepada anak-anaknya, segera setelah bayi dilahirkan hingga berusia dua tahun.

Terkecuali untuk kasus-kasus langka, di mana bayi alergi terhadap ASI. Pemberian ASI eksklusif sampai dengan bayi berusia enam bulan sangat disarankan.

Kemudian, pemberian ASI lanjutan bersama dengan makanan tambahan sampai bayi berusia dua tahun juga merupakan hal yang sangat penting diperhatikan untuk perkembangan kesehatan fisik dan psikis pada masa kanak-kanak.

Namun, persoalan yang sering terjadi yaitu kondisi-kondisi tertentu yang dialami ibu sehingga tidak dapat memberikan ASI kepada anak-anaknya, misalnya karena sakit, ASI tidak keluar atau tidak mencukupi kebutuhan.

"Solusi instan yang umumnya diambil adalah dengan memberikan susu formula sebagai pengganti. Tentu saja susu yang berasal dari sapi dan telah mengalami serangkaian proses tidak bisa menyamai kualitas ASI," kata dia.

Namun, karena secara dan psikologis, kata Endang, keutamaan ASI itu lebih baik dibanding air susu sapi yang telah melalui serangkaian proses menjadi susu formula.

Maka, secara kognitif, seharusnya pandangan masyarakat terhadap fenomena ibu susu (donor ASI) dapat diubah melalui pemahaman budaya dan norma agama.

"Ibu susu versus sapi susu, mana lebih menjijikkan?" tanyanya. Pengalaman pribadi menjadi ibu susu Endang pun mengaku pernah menjadi ibu susu bagi keponakannya.

"Kebetulan saat itu, ibu dari keponakan saya sakit. Air susunya tidak keluar sama sekali, dan keponakan saya tersebut mengalami alergi terhadap susu formula.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved