TNI di Tapal Batas Bawa 'Si Maung' Cerdaskan Bangsa, Guru Perbatasan Singgung Menteri Nadiem Makarim

TNI di Tapal Batas Bawa 'Si Maung' Cerdaskan Bangsa, Guru Perbatasan Singgung Mendikbud Nadiem Makarim,

Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
TAPAL BATAS - Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM) Kostrad mengajar di SD Negeri 005 Desa Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. 

Namun, proses mengajar sesuai dengan prosedur dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Sebelum diterjunkan ke wilayah perbatasan, personel Satgas mendapatkan pelatihan mengenai tata cara mengajar dan mendidik dari Kemendikbud RI.

"Kami juga mengajar mata pelajaran, tapi yang lebih utama kami ajarkan mengenai karakter cinta tanah air. Hal ini harus ditanamkan sejak dini kepada murid," tutur Sertu JW Sitompul kepada Tribunkaltim.co yang melakukan peliputan langsung di wilayah perbatasan.

Tidak hanya mengajar di SDN 005 Desa Batu Majang saja, personel Satgas juga mengajar disejumlah sekolah lainnya, termasuk personel yang bertugas di Pos perbatasan.

Sementara itu, Wakil Kepala SDN 005 Desa Batu Majang, Pankrasius Papa menuturkan, kehadiran personel Satgas dalam membantu proses belajar mengajar sangat membantu pihaknya di tengah keterbatasan jumlah pengajar.

"Sangat membantu, terlebih terbatasnya guru di sekolah kami ini," ujarnya.

Lanjut dirinya menjelaskan, materi seperti wawasan kebangsaan, menanamkan karakter cinta tanah air sangat dibutuhkan oleh pihaknya, terutama peserta didik.

"Latihan terkait kedisiplinan, bela nagara, baris berbaris, Pramuka, bela diri mereka ajarkan ke murid kami. Tapi, mereka juga ikut serta mengajar mata pelajaran di kelas," jelasnya.

Tidak lupa Pankrasius Papa berpesan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang baru, Nadiem Makarim agar lebih memperhatikan guru-guru yang berada di daerah terdalam, terutama perbatasan negara, entah guru berstatus PNS maupun honorer.

"Untuk Menteri baru, syukur-syukur mendapatkan perhatian, kalau bisa tengok langsung kondisi di pedalaman. Sama dengan Kurikulum 13, tolong dicek kembali karena membingungkan," harapnya.

"Keberadaan Satgas sangat membantu kami, tentunya kami semua berharap hal seperti ini terus berjalan," pungkasnya.

Tidak hanya mengajar di Sekolahan, personel Satgas juga mengajar anak sekitar belajar membaca Iqra dan Al Quran di masjid sekitar Kotis dan juga di mushala Kotis, termasuk bimbingan rohani dengan warga sekitar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved