Ratusan Patok Batas Negara Hilang, Dansatgas : Bukan Ulah Manusia
Ratusan Patok Batas Negara Hilang antara Malaysia dengan Indonesia, Dansatgas : Bukan Ulah Manusia
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, MAHULU -ratusan patok batas negara hilang, Dansatgas : bukan ulah manusia
Memastikan keberadaan patok tapal batas menjadi salah satu tugas utama TNI, prajurit yang ditugaskan di wilayah perbatasan negara, akan bahu membahu mencari, mengecek dan mengamankan ribuan patok yang berada di garis pebatasan.
Sama halnya dilakukan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM) Kostrad.
450 prajurit yang dibawa ke tanah Borneo disebar kembali ke 20 Pos terdepan yang letaknya paling dekat garis batas negara.
Patroli patok merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh prajurit, setiap pos telah target untuk dapat melakukan pemeriksaan patok.
Baca Juga
• Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho Angkat Bicara Soal Ledakan di Monas Jakarta 3 Desember
• Andi Harun dan Rusmadi Kompak Kembalikan Formulir, Daftar Pilkada Samarinda ke PKS dan PPP
• Simpan Sabu, Samsul Warga Sebulu Digerebek Polisi, Temukan Tiga Poket dan Uang Rp 1,8 Juta
• 14 Desember Batas Akhir Verifikasi CPNS Balikpapan, Terima 6913 Berkas 2 Formasi Tidak Ada Pendaftar
Tidak hanya memastikan patok berada di posisinya, namun prajurit juga turut serta membersihkan patok-patok yang telah usang digerus waktu.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Kostrad memiliki tanggung jawab 6.168 patok yang harus diamankan sepanjang 498,85 Km.
Per tanggal 25 November 2019, prajurit telah melakukan patroli dan menemukan 2.740 patok.
Kondisi patok beragam, ada yang masih utuh dan kokoh berdiri, ada juga yang miring akibat tertimpa pepohonan, ada yang tenggelam tertimbun tanah, dan ada juga yang hilang.
Dari data sementara, terdapat 991 patok yang dinyatakan hilang. Namun, patok yang tidak ditemukan bukan karena ulah manusia,
mengingat letak patok berada di medan yang extream, tidak memungkinkan adanya manusia disekitar garis batas wilayah Mahakam Ulu dan Malinau.
"Sejak awal kita sudah mendapatkan titik koordinat patok. Kondisinya ada yang baik, ada juga yang rusak, tapi kerusakan bukan karena manusia, lebih ke faktor alam, tertimbun tanah, tertimpa pohon dan lain sebagainya," ucap Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail.
"Kita catat sesuai koordinatnya kalau ada yang hilang, yang hilang kita laporkan ke Kodam. Tapi, sebelum dinyatakan hilang,
anggota akan melakukan pengecekan dengan radius 300-500 m, yang jelas tidak ada patok yang berpindah," sambungnya.
Patroli patok merupakan tugas yang berat, selain dihadapkan dengan medan extream, prajurit juga dituntut untuk selalu prima,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aktivitas-patroli-patok-dilakukan-personel-satgas-pamtas.jpg)