Senin, 20 April 2026

Adi Darma- Neni Moerniaeni Diprediksi Kembali Bersaing Di Pilkada Bontang, Ini Kata Bawaslu

Adi Darma- Neni Moerniaeni Diprediksi Kembali Bersaing Di Pilkada Bontang, Ini Kata Bawaslu

TribunKaltim.Co/HO
Adi Darma dan Neni Moerniaeni diprediksi akan kembali bersaing dalam Pilkada Bontang 

Sementara empat pasangan lainnya yakni, Muh Nasution-Agung Masuprianggono memperoleh suara, Artahnan-Rediyono, Abdul Rahman-Nur Ali dan Sjahid-Hasan Aidil memperoleh suara kurang dari 6 persen.

Beda cerita rivalitas jilid II, Neni yang maju bersma Basri Rase lewat jalur independen secara mengejutkan mampu mengungguli perolehan suara calon petahana pada Pilkada 2015.

Mereka berhasil mengalahkan duet Adi Darma-Isro Umarghani.

Dari 124.105 warga yang mempunyai hak pilih, Neni-Basri berhasil meraih 44.300 suara atau 35,7 persen, sementara Adi-Isro meraih 35.018 suara (28,2 persen).

Catatan merah pelaksanaan Pilkada 2015 lalu, warga yang tidak menggunakan hak pilih alias golongan putih (golput) mencapai 44.787 atau sekitar 36,1 persen.

Itu artinya suara golput di Bontang ternyata lebih tinggi dibandingkan kedua pasangan calon yang bertarung.

Rivalitas jilid III kedua tokoh tersebut bakal dirasakan warga Bontang tak lama lagi. Tahapan pemilu sudah berjalan. Lobi-lobi dan komunikasi politik semakin hangat dari hari ke hari.

Rivalitas yang berulang dari calon yang itu-itu saja mulai menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak.

Bawaslu Bontang yang saat ini tengah menyusun indeks kerawanan pemilu (IKP) menaruh perhatian terhadap rekam jejak perjalanan Pilkada kurun waktu 10 tahun terakhir.

Komisioner Bawaslu Bontang, Agus Susanto kepada Tribunkaltim.co mengaku bila Pilkada 2020 masih jadi arena rivalitas segelintir elit politik lama, membuat potensi kerawanan semakin tinggi.

Baik dari sisi pelanggaran Pemilu, kecurangan Pemilu, pidana Pemilu bahkan situasi kamtibmas kota Bontang.

"Ada rivalitas politik yang bakal 3 kali bertemu di gelaran Pilkada di Bontang.

Bila kembali head to head Pilkada 2020, tentu ini jadi pekerjaan besar Bawaslu, KPU dan kepolisian. Karena mereka sudah paham kelemahan dan kelebihan masing-masing," ungkapnya, Rabu (4/12/2019) usai rapat koordinasi penyusunan IKP di kantor Bawaslu.

Sebab itu, Bawaslu sadar betul ancaman pembelahan dan polarisasi masyarakat akibat bentrokan dari rivalitas yang berulang cukup tinggi.

Apalagi bila arena Pilkada 2020 hanya diikuti oleh 2 pasangan calon alias head to head.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved