Senin, 8 Juni 2026

Oknum Bos Garuda Indonesia Diminta Mundur Hari Ini juga, Erick Thohir: Buktinya Luar Biasa!

Sebut bukti-bukti luar biasa, Menteri BUMN Erick Thohir desak oknum pejabat Garuda Indonesia yang terlibat kasus mundur hari ini juga

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
Kolase IG @erickthohir & staticflickr.com
Oknum Bos Garuda Indonesia Diminta Mundur Hari Ini juga, Erick Thohir: Buktinya Luar Biasa! 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebut bukti-bukti luar biasa, Menteri BUMN Erick Thohir desak oknum pejabat Garuda Indonesia yang terlibat kasus mundur hari ini juga.

Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) Erick Thohir meminta oknum pejabat yang terlibat penyelundupan suku cadang Harley Davidson dalam pesawat Airbus A330-900 yang baru saja dibeli Garuda Indonesia mundur sesegera mungkin.

"Sesegera mungkin (mundur). Kalau bisa hari ini, ya hari ini," kata Erick Thohir setelah bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Jika tidak mundur, Erick Thohir sendiri yang akan mencopot oknum pejabat itu.

Terlebih lagi, saat ini bukti keterlibatan aktivitas ilegal dengan pejabat yang dimaksud sudah cukup kuat.

Baca: Diminta Klarifikasi RI 1 Tak Paham Pancasila, Rocky Gerung Malah Pertegas Tuduhan, Kalimatnya Berani

Baca: Bukan Cuma Tak Paham Pancasila, Tuduhan Rocky Gerung ke Jokowi dan Ahok BTP Ini Juga Tak Kalah Pedas

Baca: Siap Gantikan Jokowi, Terungkap Pertemuan 4 Mata Airlangga dan Aburizal Sebelum Munas Golkar Digelar

Oleh sebab itu, sebelum Erick Thohir yang mencopot langsung, lebih baik oknum pejabat itu yang mundur dari jabatannya.

"Saya rasa bahwa proses praduga tidak bersalah tetap ada. Tapi kalau kita lihat sekarang, bukti-buktinya luar biasa," kata dia.

Kini, Ercik Thohir masih menunggu koordinasi dari pihak Bea dan Cukai selaku pihak yang menemukan barang-barang selundupan tersebut.

Apabila koordinasi dirinya dengan Bea dan Cukai selesai, sedangkan pejabat itu belum juga mundur, Erick berjanji akan mengeluarkan keputusan tegas.

"Niat saya sebenarnya tidak seperti itu (mencopot semua pejabat). Tetapi dengan pihak kalau ada oknum atau figur yang di BUMN ternyata seperti kontroversi dalam arti menyalahgunakan hal-hal seperti ini, ya teman-teman wartawan lebih mengerti jawabannya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, petugas Bea dan Cukai mendapati barang-barang ilegal berupa onderdil sepeda motor Harley Davidson saat pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh maskapai pelat merah tersebut tiba di Indonesia pada pertengahan November 2019.

Pesawat anyar itu didatangkan dari pabrikan Airbus di Perancis.

Ternyata, onderdil ini dibawa oleh karyawan Garuda Indonesia.

Adapun nilai onderdil motor itu disebutkan sekitar Rp 50 juta untuk biaya pajaknya.

Berikut fakta-faktanya:

1. Disimpan di 15 box

Petugas Bea Cukai menemukan Brompton di lambung pesawat Garuda Indonesia A330-900 neo, atau tempat bagasi penumpang.

Terdapat beberapa koper dan 18 box berwarna coklat di dalam bagasi pesawat.

Saat membuka koper petugas hanya menemukan barang-barang pribadi milik penumpang.

“Namun, saat pemeriksaan 18 boks tersebut ditemukan 15 koli claim tas atas nama SAW berisi part motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai,” ujar Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro.

Baca: Kadang Cuma Mancing, Mahfud MD Pernah Bongkar Watak Rocky Gerung: Suka Tertawa Bila Ucapan Dipercaya

Baca: Pemain Persib Dituding Sengaja Lakukan Gol Bunuh Diri Lawan Persela Michael Essien Beri Komentar

Baca: Jelang Timnas U23 Indonesa vs Laos, Kabar Gembira Hampiri Skuad Asuhan Indra Sjafri

2. Ditemukan sepeda Brompton

Petugas Bea Cukai tidak hanya menemukan onderdil Harley Davidson di pesawat Garuda Indonesia.

Namun juga sepeda merek Brompton.

Saat petugas membuka 3 box warna coklat di bagasi, ditemukan 2 sepeda lipat merek Brompton beserta asesoris sepeda tersebut.

3. Ada Direksi di dalam pesawat

Temuan barang-barang yang diduga ilegal tersebut ikut menyeret direksi Garuda Indonesia.

Sebab ternyata terdapat beberapa direksi yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Namun VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, M. Ikhsan Rosan menegaskan bahwa barang tersebut bukanlah milik direksi.

Ikhsan menjelaskan, jajaran direksi berada di dalam pesawat tersebut karena sebelumnya mengikuti serah terima pesawat baru itu dari pabrikan di Perancis untuk dibawa ke Indonesia.

4. Milik karyawan

Garuda Indonesia menyebut spare parts atau onderdil Harley Davidson yang ada di pesawat baru A330-900 Neo merupakan barang bawaan (bagasi) salah satu karyawan perusahaan plat merah tersebut.

Namun Garuda tidak menyebutkan siapa karyawannya yang membawa onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.

5. Inisial pembawa

Keterangan yang lebih jelas dikeluarkan oleh Bea Cukai.

Instansi di bawah Kementerian Keuangan itu menyebut pesawat tersebut mengangkut 10 orang kru sesuai dokumen general declaration crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest.

Bea Cukai menyebut kalau 15 box yang berisi ondersil Harley Davidson merupakan barang bawaan atas inisial nama SAW.

Sementara 3 box yang berisi sepeda Brompton merupakan barang atas nama berinisial LS.

Baca: MAMA 2019 - MNet Asian Music Awards Panen Hujatan dari EXO-L, #MNetApologizeToEXO Trending Topic

Baca: EXO-L Ungkap Kemarahan pada Mnet Asian Music Awards lewat #MnetApologizeToExo, Ada Apa MAMA 2019 ?

Baca: Gara-gara Tahun Lalu Banyak Peserta CPNS tak Lulus, Tahun Ini Passing Grade Diturunkan

6. Karyawan siap tanggung jawab

Garuda Indonesia memastikan, karyawannya yang membawa onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton siap patuh terhadap ketentuan kepabeanan dan siap bertanggung jawab.

Termasuk membayar bea masuk barang impor.

"Karyawan Garuda Indonesia akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan, misalnya harus membayar bea masuk atau prosedur-prosesur lain yang akan dikenakan. Spare part juga akan dipergunakan oleh karyawan dan bukan untuk diperjual belikan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

7. Tindak tegas

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons terkait adanya penyelundupan onderdil motor Harley Davidson yang kini disita oleh petugas Bea dan Cukai.

Dia mengatakan, banyak kebijakan dari pemerintah untuk mempermudah dunia usaha dalam hal Bea Cukai.

Baca: UAS Cerai - Kaget & Merasa Tak Salah, Pengakuan Mellya Juniarti Soal Perceraiannya, Ajukan Banding?

Baca: Tayang Tahun Depan, Dian Sastro Produseri Film Perdananya yang Dipersembahkan Khusus Buat Para Guru

Baca: Bek Persib Achmad Jufriyanto Dituduh Sengaja Lakukan Gol Bunuh Diri, Supardi Siap Terima Cacian

Namun, masih saja ditemukan adanya penyelundupan meskipun pihak Bea dan Cukai telah meningkatkan kewaspadaannya.

"Sering kami sebagai pemerintah mendengar dari dunia usaha meminta suatu kemudahan. Dan kita memformulasikan policy kemudahan. Begitu kita buat kemudahan, ada saja penumpang gelapnya, menggunakan hal itu untuk berbuat penyelundupan. Dilema seperti ini selalu kita hadapi terus-menerus. Kita sudah melakukan tindakan tegas sekarang," ungkapnya ditemui di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (3/12/2019). (*)

***

Langganan berita pilihan TribunKaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir: Saya Minta Mundur, Kalau Perlu Hari Ini!", https://nasional.kompas.com/read/2019/12/05/13415091/erick-thohir-saya-minta-mundur-kalau-perlu-hari-ini.
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved