Breaking News:

Mayat Balita tanpa Kepala

Analisa Basarnas Berhari-hari di Air Bagian Tubuh Mayat Tidak Akan Terlepas, Kecuali Karena Hal Ini

Analisa Basarnas Berhari-hari di Air Bagian Tubuh Mayat Tidak Akan Terlepas, Kecuali Karena Hal Ini

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
PENEMUAN MAYAT - Mayat balita Ahmad Yusuf Ghozali (4) masih di rumah sakit. Mayatnya ditemukan warga di Samarinda Ulu 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Unit Siaga SAR Samarinda (Basarnas) angkat suara mengenai penemuan jasad balita tanpa kepala di sungai sekitar Jalan P Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019) pagi tadi.

Sesuai dengan kasus yang pernah ditangani SAR mengenai pencarian korban hilang diperairan. Organ tubuh korban besar kemungkinan tidak akan terlepas dari tubuh jika hanya terendam air.

"Walaupun sudah berhari-hari di air, tetap saja bagian tubuh tidak akan terlepas. Biasanya memang akan terjadi kerusakan di kulit maupun bagian yang mudah rusak, tapi kalau sampai terlepas, besar kemungkinan tidak terjadi," ucap Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Dede Hariana, Minggu (8/122/2019).

Mayat Tanpa Kepala Diduga Kuat Balita yang Hilang di PAUD Samarinda Lebih dari Dua Pekan

Lokasi Penemuan Jasad Balita Tanpa Kepala, Jumadi: Biasanya Kami Melihat Penampakan Biawak Hidup

Temuan Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Biasanya Organ Tubuh Hilang Karena Tindakan Kriminal

Mayat Balita Tanpa Kepala Diduga adalah Balita yang Hilang dari PAUD Sejak November, Ini Kronologi

Kendati demikian, organ tubuh bisa saja lepas dari tubuh saat berada di air, namun karena ada faktor lain, seperti karena diserang hewan buas, tindakan kriminalitas, serta karena salah satu organ tubuh tersangkut ketika arus air sangat deras.

"Kalau tidak karena faktor-faktor tersebut, bagian tubuh harusnya tetap utuh dan terhubung dengan kerangka," tegasnya.

Ditanya apakah bakal melakukan pencarian terhadap sisa tubuh korban, Dede menegaskan hal itu tidak dapat dilakukan oleh pihaknya. Hal itu dikarenakan jasad korban sudah ditemukan, serta tidak ada kejelasan mengenai penyebab korban bisa sampai berada di sungai.

PENEMUAN MAYAT- Erki, warga RT 30,  Kelurahan Teluk Lerong Ilir  menunjukkan lokasi penemuan mayat tanpa kepala di parit aliran sungai Karang Asam Kecil, tepatnya di kolong rumah tetangganya, Jalan Antasari 2 Gang 3, Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019)
PENEMUAN MAYAT- Erki, warga RT 30,  Kelurahan Teluk Lerong Ilir  menunjukkan lokasi penemuan mayat tanpa kepala di parit aliran sungai Karang Asam Kecil, tepatnya di kolong rumah tetangganya, Jalan Antasari 2 Gang 3, Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019) (TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo)

"Basarnas hanya lakukan pencarian terhadap orang hilang, kalau kasus seperti ini tidak bisa kita lakukan. Terlebih kita belum ketahui secara pasti penyebab awalnya, untuk sementara ini kita monitor saja," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (8/12/2019) pagi tadi warga disekitar di Jalan P Antasari dibuat geger dengan adanya jasad balita tanpa kepala di sungai sekitar permukiman warga.

Kuat dugaan jasad tersebut merupakan Ahmad Yusuf Ghozali (4), balita yang dikabarkan hilang pada 22 November 2019 lalu saat dititipkan orangtunya di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal, Jalan Abdul Wahab Syahrani, Kecamatan Samarinda Ulu.

Saat Yusuf hilang, banyak spekulasi bermunculan, mulai dari kasus penculikan, hingga karena terseret derasnya arus air di saluran pembuangan yang berada disekitar PAUD.

Anak Hilang Saat Dititipkan di PAUD, Pria Ini Yakin Jasad Balita Tanpa Kepala Anaknya: Dia Anak Kami

Misteri Jasad Balita Tanpa Kepala, Kaos Bergambar Tugu Monas Mirip Pakaian Terakhir Yusuf

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved