Kasus Dugaan Suap, KPK Periksa Dirut Pupuk Indonesia, Pejabat Lainnya Berpotensi Menyusul

Kasus dugaan suap, KPK periksa Dirut Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, pejabat lainnya berpotensi menyusul. Ini kata Herdiansyah Hamzah

Kolase TribunKaltim.co / Twitter
Kasus Dugaan Suap, KPK Periksa Dirut Pupuk Indonesia, Pejabat Lainnya Berpotensi Menyusul 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus dugaan suap, KPK periksa Dirut Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, pejabat lainnya berpotensi menyusul.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah memeriksa Direktur Utama Pupuk Kalimantan Timur ( Dirut Pupuk Kaltim ) Ahmad Bakir Pasaman, Rabu (4/12/2019).

Pemeriksaan terhadap Ahmad Bakir Pasaman terkait kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik ( PILOG ) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia ( HTK ).

Jelang Pelantikan, Beredar di WhatsApp 8 Nama Dewan Pengawas KPK, Ada Mantan Jaksa & Terbanyak Dosen

Shin Tae-yong Batal Latih Timnas Indonesia, Luis Milla, Indra Sjafri dan Stefano Cugurra Berpeluang?

Ditantang Ucap Dungu, Rocky Gerung Diskakmat Budiman Sudjatmiko, Sampai Tak Berkutik & Cuma Diam

TGUPP Anies Baswedan Terus Disoal, BW Bandingkan dan Kritisi KSP Jokowi, Sumber Anggarannya Dibeber

Setelah nama Ahmad Bakir Pasaman diperiksa KPK sebagai saksi, kini giliran Dirut Pupuk Indonesia Holding Company Aas Asikin Idat yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi. 

Sebelumnya Aas Asikin pernah diperiksa sebagai saksi tersangka Anggota Komisi VI DPR-RI, Bowo Sidik Pangarso, pada awal Mei 2019 lalu.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah berpendapat, pemeriksaan Aas Asikin Idat sebagai saksi untuk yang kedua kalinya, punya peran penting dalam perkara tersebut.

"Pertanda perannya memang cukup vital dalam perkara ini. Perkara suap kerjasama pengadaan kapal ini, memang cukup rumit sebab diyakini tidak hanya melibatkan politisi Partai Golkar, Bowo Sidik, dan Taufik Agustono, Direktur PT. Humpuss," ungkap Herdiansyah Hamzah kepada TribunKaltim.co, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, kejahatan Korupsi bukan hanya soal keyakinan, tetapi mesti disertai dengan bukti dan fakta yang menguatkan.

Herdiansyah Hamzah menyarankan penyidik KPK dalam pengembangan kasus ini, wajib memanggil semua pihak yang terkait.

"Siapapun pejabat yang memiliki kaitan atau irisan kuat dengan Bowo Sidik maupun Taufik Agustono perlu diperiksa," kata aktivis anti Korupsi yang akrab disapa Castro.

Halaman
123
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved