Jumat, 10 April 2026

Jelang Natal dan Tahun Baru di PPU, Harga Tomat, Daging Sapi Alami Kenaikan, Daging Ayam Malah Turun

Jelang Natal dan Tahun Baru di PPU, Harga Tomat, Daging Sapi Alami Kenaikan, Daging Ayam Malah Turun

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
Tribunkaltim.Co/Aris Joni
Rusli, Kabid Perdagangan 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM -Jelang Natal dan Tahun Baru di PPU, harga tomat, daging sapi Alami kenaikan, daging ayam malah turun

Jelang Natal dan Tahun Baru 2020  Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara, mencatat beberapa harga komoditi di pasaran mengalami kenaikan.

Kenaikan harga beberapa komoditi tersebut diantaranya, daging sapi, tomat dan bawang merah.

Hal itu diungkapkan langsung Kepala Bidang Perdagangan, Diskukmperindag PPU, Rusli. Kamis, (19/12/2019).

Rusli mengatakan, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga tersebut, yakni daging sapi yang awalnya seharga Rp 120 ribu menjadi Rp 130  ribu per kilogram,

kemudian tomat yang mengalami kenaikan paking drastis dari Rp 6 ribu menjadi Rp 16. ribu per kilogram. Dan terakhir, bawang merah dari harga Rp 30 ribu menjadi Rp 34 ribu.

"Daging ayam yang malah turun harganya dari Rp 42 ribu menjadi Rp 36 ribu," ujarnya.

Ia menerangkan, kenaikan harga komoditi tersebut terjadi sudah sekitar seminggu belakangan ini dan tingginya kenaikan harga tomat yang mencapai lebih dari 100 persen,

dikarenakan faktor cuaca yang mengakibatkan suplai tomat tersebut terlambat sehingga mengalami keterbatasan stok.

"Tomat ini kan gak bisa lama dan gampang busuk, jadi harus cepat dijual. Apalagi ini musim hujan, jadi stok tomat terhambat suplainya," ungkap Rusli.

Ia menambahkan, walau saat ini harga daging ayam mengalami penurunan, namun diperkirakan mendekat hari raya natal dan tahun baru berpotensi mengalami kenaikan.

"Saat ini stok daging ayam memang lagi melimpah, makanya harganya turun," pungkasnya.

Pemprov Kaltim Minta Warga tak Belanja Berlebihan 

Sementara itu, inflasi di Kaltim diprediksi berjalan rendah di bawah 2 persen.

Pemerintah mengimbau masyarakat tak perlu panik bakal terjadi kenaikan harga, dengan belanja secara berlebihan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved