Bupati Edi Damansyah Foto Bareng Luis Milla di Instagram Pribadinya, Begini Respon Netizen
Bupati Edi Damansyah Foto Bareng Luis Milla di Instagram Pribadinya, Begini Respon Netizen
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
Saat ini tinggal menunggu hasil pleno tiap DPC PAN yang ada di Kukar.
Hasil pleno tersebut kemudian akan dikirimkan langsung ke DPP PAN untuk memutuskan siapa yang akan menjadi calon Bupati yang diusung partai tersebut.
Beberapa nama yang tidak asing di Kutai Kartanegara bersaing dalam meraih perhatian partai. Seperti ketua DPW PAN Kaltim Darlis Pattalongi, Novita Ikasari,
Awang Yacoub Luthman, Edi Damansyah dan pasangan Ghufron-Ida bersaing agar dipinang PAN dalam kontestasi pilkada 2020 mendatang.
• Edi Damansyah Tak Hadir Dalam Pemaparan Visi Misi Calon Bupati & Wakil Bupati Kukar di Partai PAN
• BREAKING NEWS Diduga Terpeleset, Bocah Asal Desa Loa Kulu Kukar Tenggelam di Sungai Mahakam
• Pemaparan Visi Misi Bakal Calon Bupati, Darlis Pattalongi: APBD Kukar Besar tapi Masih Ada Mangkrak
• Perayaan Ulang Tahun Kelurahan Bukit Biru Kukar dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Bagi Edi Damansyah sendiri merupakan salah satu tokoh yang menjadi sorotan dalam penjaringan tersebut. Sebab saat ini menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara.
Menurut Ketua DPD PAN Kukar Supriyadi, Senin (23/12/2019) seorang petahana memiliki modal awal yang cukup tinggi.
Bahkan ia mengaku seorang petahana memiliki nilai lebih dalam sebuah penjaringan partai. Biasanya DPP akan memberikan surat khusus bagi calon yang merupakan petahana.
"Posisi Bupati dia punya surat sakti menjadi modal. Cuman kan baru lima (calon), saya punya surat sakti nih kira-kira seperti itu," ucapnya.
Berita sebelumnya Edi Damansyah tidak hadir dikarenakan sakit ketika pemaparan visi dan misi calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara 2020 di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Minggu (22/12/2019)
"Kemarin itu saat pemaparan dia Wa di grup, dia bilang lagi tidak fit bisa diwakilkan saja kah. Dari peraturan pemaparan visi dan misi itu tidak boleh diwakilkan jadi setelah jam empat kita selesaikan acaranya," ucap Supriyadi.
Dari penuturan Supriyadi, alasan Edi Damansyah sakit karena kelelahan dengan kegiatan bupati minggu pagi sampai siang hari. Sehingga Edi tidak memungkinkan hadir karena kondisinya kurang baik.
Meskipun tidak hadir, kans Edi untuk dipilih PAN masih terbuka. Sebab setelah pemaparan visi dan misi kemarin masih ada pleno harian tiap DPC Kukar.
Dari hasil pleno tersebut nantinya akan dikirim ke DPW untuk memutuskan siapa yang layak jadi bupati maupun wakil bupati yang diusung partai PAN.
"Cuman bedah visi misi itu tidak hadir tidak membuat diskualifikasi. Semua calon masih ada kesempatan.
Setelah pemaparan ada tahapan selanjutnya yaitu diadakan pleno terbuka. Setelah itu kita rekomendasi nama-nama ke DPW," ucap supriyadi.
Selain itu dengan adanya ketua DPW Pan Kaltim Darlis Pattalongi pun tidak membuat semua kans calon lebih rendah. Justru dimata partai semua calon memiliki penilaian sama dan netral.
"Seperti kata ketua DPW tidak ada yang membedakan semua sama," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hasil-editan-wajah-bupati-edi-damansyah.jpg)