Nelayan Tarakan Hilang
Kisah Epe, Menangis di Perahu yang Terbalik, Lihat Ayahnya Tenggelam Terbawa Arus di Kaltara
Kisah Epe, Menangis di Perahu yang Terbalik, Lihat Ayahnya Tenggelam Terbawa Arus
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
Namun, korban hingga saat ini belum juga ditemukan.
Kehidupan seorang nelayan tradisional memang mengharuskan korban untuk pergi ke laut mencari ikan dan udang, guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Epe merupakan anak kedua dari enam bersaudara, adik-adiknya masih berusia balita, sedangkan kakaknya berusia tidak jauh dengan Epe.
Saat ini, Epe merupakan anak laki-laki tertua dari keluarga tersebut.
Satu-satunya mata pencarian keluarga ini yakni dari laut. Ikan yang diperoleh, nantinya akan diolah menjadi ikan kering, lalu dijual.
Sedangkan udang, akan dijual ke pengepul udang ekspor.
"Ia, ikan asinnya dijual di depan gang, ada pondok mama di sana," tutur Epe.
Keluarga ini tinggal di rumah semi permanen, bahkan sejumlah sisi dinding hanya ditutup dengan atap seng. Di dalamnya, hanya terdapat dua ruangan, ruang tamu dan satu kamar, serta dapur.
Sedangkan Fauziah, ibu Epe, masih terlihat shock, bahkan beberapa berteriak histeris. Beberapa kali ibunya menyalahkan dirinya atas kejadian itu.
Ibunya masih tampak tidak bisa menerima kejadian yang menimpa keluarganya tersebut.
"Kenapa kamu biarkan bapak mu itu nak, kenapa tidak kamu tolong dia. Kenapa tidak kalian potong saja pukat itu," ucapnya.
(Tribunkaltim.co/Christoper D)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/toper-nelayan-tenggalamam.jpg)