Bantaran Sungai Karang Mumus Samarinda Dikucur Rp 16 Miliar, Penurapan Terhambat Rumah Warga
Penurapan, bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM ) Samarinda dikucur Rp 16 miliar, terhambat rumah warga tunggu relokasi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -- Penurapan, bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM ) Samarinda dikucur Rp 16 miliar, terhambat rumah warga tunggu relokasi
Bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM ) Samarinda perlahan mulai dibenahi.
Tahun ini Badan Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sudah menyiapkan anggaran Rp 16 miliar untuk proyek penurapan SKM.
Pembangunan turap ini diharapkan bisa meminimalisir luapan air saat debit meninggi.
Luasan badan sungai pun dibuat ideal seperti fungsinya semula.
Kepala BWS Kalimantan III, Anang Muchlis mengatakan rencana pengerjaan proyek ini sampai sekarang masih terhambat oleh hunian warga di bantaran SKM.
BACA JUGA
BREAKING NEWS Hari Pertama 2020 Diwarnai Penemuan Jasat Tanpa Identitas Depan Kantor Gubernur Kaltim
Kasus Ilegal Logging di PPU Meningkat jadi 11 Kasus, Tahun 2018 Hanya 5 Kasus
TPID Klaim Inflasi 2019 Terkendali, Siapkan Langkah yang Sama Tahun 2020
Ingin Turun Kelas BPJS, Ini Caranya Secara Online Lewat Aplikasi Mobile JKN, Simak Syarat-Syaratnya
Proyek ini rencananya bakal dilakukan di lokasi segmen belakang Pasar Segiri.
Namun, Pemkot Samarinda belum merelokasi para warga di lokasi tersebut.
"Sulit untuk pengerjaan proyek penurapan itu kalau masih ada rumah-rumah di sana ( bantaran SKM )," ujar Anang kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Kaltim, Zulfi Fakhroni menjelaskan lelang proyek penurapan SKM bakal dilakukan ketika titik telah dipastikan bebas dari rumah-rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/skm-1-2020.jpg)