Kronologi Tewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani Diserang AS, Donald Trump Singgung Soal Perang

Seorang Jenderal Iran, Qassem Soleimani tewas akibat serangan drone atas perintah Amerika Serikat, Donald Trump singgung soal perang.

Theusposts.com
Kronologi Tewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani Diserang AS, Donald Trump Singgung Soal Perang 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang Jenderal Iran, Qassem Soleimani tewas akibat serangan drone atas perintah Amerika Serikat, Donald Trump singgung soal perang.

Kabar tewasnya Jenderal Iram, Qassem Soleimani mengguncang dunia maya dengan topik World War 3.

Menyusul kabar tewasnya Jenderal Iran, Qassem Soleimani, Presiden Amerika Serikat Donald Trup angkat suara.

Sebelumnya dikabarkan Qassem Soleimani yang merupakan komandan Pasukan Quds, sayap dari kesatuan elite Garda Revolusi, tewas di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Ramalan Mengerikan Baba Vanga di 2020, Tsunami Besar Landa Wilayah Asia, Donald Trump Alami Masalah

Kronologi Tewasnya Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, Donald Trump Tonton Langsung Penyerbuan

Donald Trump Sebut Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Tewas, ISIS Belum Beri Tanggapan

Abu Bakar al-Baghdadi Ledakkan Diri, 3 Anak Ikut Tewas, Presiden Donald Trump: Tubuhnya Termutilasi

Bersama pemimpin paramiliter Irak Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, dan enam orang lainnya, Jenderal Iran Qasem Soleimani tewas akibat serangan drone.

"Iran tidak pernah menang perang, tetapi juga tidak pernah kalah dalam negosiasi," ujar Trump dalam kicauannya di Twitter.

Dalam keterangannya, Pentagon menjelaskan bahwa serangan terhadap jenderal top berusia 62 tahun itu merupakan perintah Donald Trump.

Kementerian Pertahanan mengatakan, mereka menerbangkan drone yang total menewaskan delapan orang pada Jumat tengah malam waktu setempat.

Dikatakan bahwa serangan tersebut dilakukan karena Qassem Soleimani dan Pasukan Quds yang dia pimpin bertanggung jawab atas kematian ratusan warga AS.

Selain itu, Pentagon mengklaim perwira tinggi bintang dua itu mendalangi berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Timur Tengah.

Salah satunya adalah serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor sipil AS di Kirkuk pada Jumat pekan lalu (27/12/2019).

Karena kematian kontraktor itu, Washington memerintahkan serangan udara terhadap Hashed al-Shaabi pada Minggu (29/12/2019).

Serangan itu menewaskan sekitar 25 orang, yang dibalas dengan aksi protes dari massa pendukung Hashed di Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyatakan, publik Irak bersorak gembira atas kematian salah satu komandan berpengaruh di Teheran tersebut.

"Mereka menari di jalan karena bebas, dan berterima kasih karena Jenderal Soleimani tidak ada lagi," klaimnya di Twitter dilansir AFP.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved