Breaking News:

Soal Tarif Retribusi Tambat, Speedboat Reguler Berhenti, Dishub Kaltara Beber Raperda Inisiatif DPRD

Buntut bakal dilakukannya penyesuaian tarif retribusi tambat, speedboat reguler di Tarakan berhenti beroperasi.

Penulis: Muhammad Arfan | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Speedboat 200 PK tambat di dermaga Kayan II Tanjung Selor, Bulungan, Minggu (5/1/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Buntut bakal dilakukannya penyesuaian tarif retribusi tambat, speedboat reguler di Tarakan berhenti beroperasi yang menyebabkan operasional ke seluruh daerah di Kalimantan Utara terkena imbas.

Di Tanjung Selor, speedboat 200 PK menggantikan peran dan menjadi alternatif penumpang tujuan Tarakan sejak dua hari terakhir terhitung, Sabtu (4/1/2020), maupun rute sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Taupan Majid melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut, Datu Iman, menjelaskan tarif baru Rp 3.000 per GT per sekali tambat.

"Ini belum diberlakukan. Masih yang lama kok," kata Datu Iman, Ahad (5/1/2020) di dermaga Kayan II Tanjung Selor.

Raperda yang mengatur perihal retribusi jasa usaha yang di dalamnya salah satunya mengatur tarif tambat kata Datu merupakan inisiatif DPRD Kalimantan Utara.

Kata Datu, saat penggodokan Raperda, anggota DPRD Kalimantan Utara semestinya melihat item secara rinci agar tidak jadi masalah kemudian hari seperti saat ini.

Baca Juga:

 BREAKING NEWS Kabar Tarif Tol Balsam Berlaku Mulai 6 Januari, Pihak JBS Malah Belum Tahu

 Bonek Ingin Lihat Duet Makan Konate - David da Silva, Fasilitas Mewah Ini Wajib Disiapkan Persebaya

 Mulai Hari Ini Pertamina Turunkan Harga BBM, Pertamax Turun Rp 650/Liter, Simak Jenis Lainnya

 Hujan Deras Mengguyur Kota Balikpapan, Pohon Akasia Tumbang Menimpa Kabel PLN, Begini Upaya BPBD

"Tentu dalam penyusunannya, teman-teman anggota DPRD kan punya staf ahli yang bisa melihat pada saat raperdanya dibahas. Kalau kami Dinas Perhubungan hanya instansi teknis saja," ujarnya.

"Waktu itu saya belum di Dinas Perhubungan. Karena Perda itu sudah setahun lebih. Saya masuk di Dishub kan baru bulan 10 tahun lalu," tambahnya.

Datu mengatakan, adapun revisi tarif akan diserahkan sepenuhnya kepada DPRD selaku inisiator raperda.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved