Ribuan Orang Sambut Jenazah Sang Jenderal Qassem Soleimani, Massa Teriak Matilah Amerika!
Saat jenazah diturunkan dari pesawat, massa berkali-kali berteriak marah, "Matilah Amerika!" Ribuan pelayat berpakaian hitam melakukan konvoi di Ahvaz
Komandan milisi lokal, Abu Muntather al‑Hussaini mengatakan dua rudal menghantam mobil yang membawa Soleimani dan al‑Muhandis.
Sedangkan mobil kedua dihantam satu rudal. Drone yang mengintai mereka dikirim dari markas Komando Pusat AS di Qatar.
Dikemudikan dari jarak sangat jauh oleh dua awak, drone itu dapat melakukan serangan secara presisi dan mengirim gambar serangan kepada para komandan.
Drone Reaper itu membawa empat rudal Hellfire R9X Ninja yang dipandu laser dan mampu menghancurkan sebuah tank.
Reaper mampu terbang tanpa suara sehingga korban sulit mengetahui keberadaannya.
The New York Times melaporkan Pentagon (Departemen Pertahanan AS) menggunakan informasi sangat rahasia dari informan, penyadapan elektronik, pesawat pengintai, dan teknik pengawasan lainnya untuk melacak pergerakan Qassem.
Tahun lalu Iran mengatakan pihaknya menggagalkan upaya pembunuhan Qassem Soleimani oleh mata‑mata Israel dan Arab.
Mereka membeli properti di sebelah masjid yang dibangun oleh ayah Soleimani di kota Kerman.
Kemudian mereka menggali terowongan dan menanam bahan peledak. Para pembunuhan berharap bom meledak saat Qassem Soleimani menghadiri sebuah acara keagamaan di masjid itu. Namun ternyata bom tersebut tidak meledak.
Bendera Perang
Sebuah bendera berwarna merah mulai berkibar di puncak Masjid Jamkaran, kota suci Qom, Iran.
Pengibaran bendera pada Sabtu (4/1/2020) tersebut merupakan pertanda Iran menyatakan perang dan balas dendam terhadap Amerika Serikat (AS) setelah peristiwa pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat dini hari.
Iran bahkan telah menyatakan siap menyerang 35 target kepentingan AS di wilayah Timur Tengah.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan proses pengibaran bendera di atas menara Masjid Jamkaran yang dihormati di Kota Qom .
Dalam tradisi Syiah bendera merah melambangkan darah yang tumpah secara tidak adil dan berfungsi sebagai panggilan untuk balas dendam.