Pemprov Kaltim Tak Harapkan Keuntungan dari Jalan Tol Balsam, Sabani: Impas Saja Sudah Cukup

Penetapan tarif jalan tol Balikpapan-Samarinda atau Balsam, Pemprov Kaltim tidak mengharapkan keuntungan dari pengelola.

Pemprov Kaltim Tak Harapkan Keuntungan dari Jalan Tol Balsam, Sabani: Impas Saja Sudah Cukup
TRIBUNKALTIM.CO/ PURNOMO SUSANTO
Plt Sekdaprov Kaltim, HM Sabani 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Penetapan tarif jalan tol Balikpapan-Samarinda atau Balsam, Pemprov Kaltim tidak mengharapkan keuntungan dari pengelola.

Seperti santer di media sosial tarif jalan tol Balsam berkisar antara Rp 1.000/kilometer sampai Rp 3.000/kilometer.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltim, HM Sabani mengungkapkan, Pemprov Kaltim lebih mementingkan segera dioperasikannya jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan tersebut, ketimbang memikirkan keuntungan.

“Yang pentingkan aktif dulu. Dan sekarang, masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya.

Kalau soal keuntungan, dibicarakan nanti,” ujarnya pada Selasa (7/1/2020), pagi, di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Mengenai rencana tarif yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dikatakan Sabani, itu merupakan evaluasi dari penyampaian penawaran oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS).

Beredar Tarif Tol Balsam Rp 1000 per Km, Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim Minta Tarif Turun Rp 500 per Km

Tarif Jalan Tol Balsam Rp 1.000/Km Dinilai Wajar, Andi Harun Sebut Jalan Tol Butuh Perawatan Besar

Soal Tarif Tol Balsam, Pemprov Kalimantan Timur Tegaskan Tak Ikut Campur

Pemberlakukan Tarif Tol Balsam Belum Jelas, BPJT Belum Putuskan, Pemprov Kaltim Belum Diajak Bicara

“Hitungan-hitungan tersebut, saat pengajuan tawaran pada tander pengelolaan jalan tol Balsam dulu. Kalau memang diberlakukan nantinya oleh Kementerian PUPR, ya itu memang kewenangan mereka,” jelasnya.

Namun lanjutnya, nilai yang ditawarkan dalam perhitungannya itu hanya untuk mengembalikan seluruh pengeluaran atau investasi.

Artinya,  tarif yang ditetapkan tidak merugikan investor dan juga tidak mendapatkan keuntungan.

“Hitung-hitungan tarif itu hanya Break-even Point (BEP), atau bisa dikatakan investor tidak untung tidak juga rugi.

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved