Minggu, 26 April 2026

Rapat Gabungan Fraksi DPRD Berau dan OPD, Minta Hasil Kajian Sungai Segah Transparan

Rapat gabungan fraksi di DPRD Berau bersama OPD, meminta agar hasil kajian Sungai Segah transparan

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/ikbal Nurkarim
Wakil Ketua DPRD Berau Hj Sarifatul Sya’diah 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Rapat gabungan fraksi di DPRD Berau bersama OPD, meminta agar hasil kajian Sungai Segah transparan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menggelar rapat gabungan komisi.

Rapat tersebut berlangsung di gedung DPRD Berau Jl Teluk Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa (7/1/2020) kemarin

Tak hanya anggota Dewan, rapat gabungan komisi dihadiri sejumlah OPD Pemkab Berau dan dipimpin wakil ketua DPRD Berau Hj Sarifatul Sya’diah.

Usai rapat sejumlah rekomendasi di ajukan oleh DPRD kepada Pemerintah Kabupaten Berau melalui OPD terkait masalah pencemaran Sungai Segah.

"DPRD merekomendasikan kepada pemerintah daerah secara tegas merilis secara resmi siapa yang menyebabkan pencemaran tersebut, berdasarkan hasil lab yang ada dan harus jelas kajiannya," katanya.

"Kita mengingatkan agar jangka panjang dari masalah ini harus di kaji," tuturnya.

Warga Berau Khawatir Soal Air Sungai Segah yang Jadi Bahan Baku PDAM, Direktur PDAM Pastikan Aman

DPRD Rapat Gabungan Komisi, Singgung Perubahan Warna Sungai Segah Berau Sampai Isu Ketenagakerjaan

DLHK Tunggu Perintah Bupati Muharram, Uji Lab Pencemaran Sungai Segah Berau Tertutup, DPRD pun Heran

Warga Was-was Soal Kondisi Air Sungai Segah Yang Berubah Warna, Begini Kata Kadis Kesehatan Berau

Wakil Ketua DPRD Berau itu juga meminta Pemkab Berau memanggil top menejer untuk melaksanakan rekomendasi.

"Selanjutnya Pemda tetap memanggil top menejernya, untuk melaksanakan apa yang di rekomendasikan OPD berdasar hasil kajian,

"Misal waterkid yang disebut jebol bisa diperbaiki, lalu ada langkah antisipasi yang seharusnya dilakukan biar tak terjadi masalah seperti ini lagi, pemerintah harus tegas sesuai aturan," tuturnya

Kita mengingatkan lanjut Sarifatul agar pencemaran sungai segah tak terulang kembali.

"Karena ini bukan yang pertama kali tapi telah terjadi sebelumnya, bukan hanya pengguna PDAM tapi juga para pelaku usaha keramba,"

"Kta tak boleh pungkuri sawit memberi pemasukan yang banyak tapi tak boleh melalaikan juga masayarakat banyak," tutupnya. 

PDAM Rugi Miliaran Rupiah

Sementara itu, pencemaran yang terjadi di Sungai Segah tak hanya merugikan pelaku usaha keramba ikan di bantaran sungai akibat ikannya mati, tetapi juga Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Tirta Segah Kabupaten Berau.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved