Samarinda Diguyur Hujan, Rumah Warga di Selili Terkena Longsor, Penghuni Rumah Selamat
Akibat Samarinda diguyur hujan, rumah warga di Selili terkena longsor, namun beruntung penghuni rumah selamat
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA-Akibat Samarinda diguyur hujan, rumah warga di Selili terkena longsor, namun beruntung penghuni rumah selamat
Hampir sepekan Kota Samarinda diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi, menyebabkan beberapa ruas jalan serta wilayah pemukiman warga terendam banjir hingga Selasa (14/01/20) hari ini.
Namun tak hanya banjir , hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan beberapa kawasan terjadi tanah longsor,
di salah satu rumah warga Jalan Lumba-lumba RT 05 Gang 7 Kelurahan Selili Samarinda Ilir, yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. (14/01/20)
Saat hujan mengguyur secara perlahan tanah dari atas bukit bergeser turun, hingga menghantam rumah milik Farida (34) yang saat itu berada di rumah bersama dengan keluarga besarnya, yang dihuni 4 Kepala Keluarga dengan 11 jiwa.
Akibat longsor tersebut menyebabkan dinding rumah tersebut jebol dan beberapa perabotan serta barang-barang tertimbun tanah.
• Samarinda Banjir, Basarnas Beber 5 Kelurahan dari 3 Kecamatan Kena Dampak, Korban Capai 3732 Jiwa
• Di Jalan Sejati Samarinda Biasa tak Banjir Kini Berbeda, Risna Akui Tinggi Sudah Sepaha Orang Dewasa
• Banjir di Samarinda, Titik Banjir Terpantau di Jalan Sejati, Kecamatan Sambutan
• NEWS VIDEO Hujan Deras Guyur Samarinda Lempake, Samarinda Tunjukan Kenaikan Debit Air
"Ada pohon rebah langsung menghantam rumah dibagian dapur dan tanah ikut masuk, sampai sekarang tanahnya masih gerak,
jadi kami tidak berani mau evakuasi barang-barang," ucapnya saat ditemui di kediamannya, (14/01/20)
Lebih lanjut ia menjelaskan, kejadian longsor tersebut sudah ketiga kalinya terjadi, yang pertama pada tahun 2016 silam pada bulan Juni, sedangkan keduanya di bulan Desember pada tahun yang sama.
"Yang pertama itu, sempat parah pohon menimpa rumah dan membuat rumah kami terbelah, beruntung saat itu saya bisa selamat, karena hampir tertindih pohon," terangnya.
Jadi, Farida mengatakan ketika hujan tiba, dirinya bersama dengan keluarga besarnya tersebut selalu was-was dan tak bisa tertidur nyenyak.
"Kami tidak bisa tidur nyenyak setiap hujan, selalu jaga-jaga. Memang kondisinya mengkhawatirkan, tapi ya mau gimana lagi,"
Korban Banjir di Samarinda
Sementara itu, data terbaru masyarakat Samarinda terdampak banjir di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Samarinda Utara, di Sambutan dan Sungai Pinang sebanyak 3.782 jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 1.053 KK.
Adalun sebaran lokasi banjir di tiap kecamatan, Kecamatan Samarinda Utara, sebanyak 10 RT, di Kelurahan Sempaja Timur dan satu RT di Kelurahan Budaya Pampang. Sedangjan, di Kecamatan Sambutan sebanyak 7 RT, di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda Kalimantan Timur.
“Terakhir, di Kecamafan Sungai Pinang, sebanyak 3 RT di Kelurahan Temindung Permai, dan 5 RT di Kelurahan Gunung Lingai,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim.co melalui telepon selularnya soal data terbaru warga Samarinda terdampak banjir, pada Selasa (14/1/2020).
“Total warga Samarinda terdampak banjir, pada hari ini ada di tiga kecamatan di Samarinda, dengan total seluruh warga sebanyak 3.782 jiwa dari 1.053 KK,” lanjutnya menjelaskan.
Sementara itu, Hendra menyatakan, BPBD Samarinda memelukan seluruh bantuan untuk mengantisipasi dampak banjir lebih luas.
Seperti, dikatakan olehnya, bantuan berupa makanan dan minuman.
“Selain bantuan logistik, kita juga memerlukan bantuan perlengkapan bayi unur lima tahun (Balita), obat-obatan dan tindakan media apabila ada yang memerlukan penanganan media. Kita perlukan seluruh bantuan,” tegasnya.
Baca Juga:
• Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Berikut Daftar Pemenang dan Desain
• Selain Resmikan Tol dan Lihat Ibu Kota Baru di Penajam, Jokowi Bakal Lakukan Ini di Balikpapan
• 3 Juara Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bersinergi, Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Fisik di Sepaku
• Inilah Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Tema Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I
Hujan deras sejak pagi kembali mengguyur Kota Samarinda. Terpantau, Bendungan Benanga, Lempake, Samarinda menunjukan kenaikan debit air.
Tinggi Muka Air (TMA) di bendungan Benanga Samarinda menurut pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, pada Selasa (14/1/2020), pukul 06.12 setinggi 72 centimeter.
Meskipun turun level dari hari sebelumnya, yakni setinggi 89 centimeter. Hujan detas yang mengguyur hampir seluruh wilayah Samarinda saat ini berpotensi menaikan TMA Bendungan Benanga.
Sekretais BPBD Samarinda, Hendra mengungkapkan, permukaan air di Bendungan Benanga terus meninggi. Bahkan, proses tersebut sudah berlangsung sejak Minggu (12/1/2020 lalu. Dan BPBD menaikan status waspada menjadi siaga.
“Sesuai dengan pantauan anggita kami di lapangan. Terpantau sejak pukul 08.30 hari ini banjir sudah melanda tiga kecamatan di Kota Samarinda,” ujarnya saat diwawancara melalui telepon selularnya, pada Selasa (14/1/2020).
“Adapun tiga kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Samarinda Utara, Sambutan dan Sungai Pinang. Masing-masing kecamatan ada beberapa kelurahan hingga RT saat ini telah terendam banjir,” lanjutnya.
Atas kejadian ini, Hendra menegaskan, agar seluruh Info Taruna Samarinda-Tim Reaksi Cepat (ITS-TRC) Samarinda memberikan perhatian. Juga, diharapkan olehnya, agar informasi di lapangan segera di sampaikan.
“Ketinggian air di beberapa titik terpantau saat ini bervariasi. Antara, 10-80 centimeter. Kami juga meminta kepada seluruh warga terdampak banjir untuk lebih waspada,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, sesuai pantauan Awak Tribunkaltim.co di lapangan hujan deras terus mengguyur Samarinda. (Data korban banjir di Samarinda ada di paling akhir berita ini)
Lokasi tak Pernah Banjir Samarinda Sekarang Terkena
Sebagian besar wilayah di Samarinda Kalimantan Timur tergenang banjir.
Namun, biasanya wilayah Jalan Sejati, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda Kalimantan Timur, lolos dari terjangan banjir.
Tapi tidak pada banjir kali ini, warga di jalan tersebut yang awalnya tak terdampak banjir sekarang harus juga merasakan banjir.
Seperti disampaikan warga Jalan Sejati, Risna (43) mengungkapkan, lokasi tempat tinggalbya baru kali ini dilanda banjir.
“Ia mas, baru kali ini rumah kami kebanjiran. Dari dulu-dulu tidak pernah terendam banjir. Sekarang, banjirnya sepaha orang dewasa,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim, pada Selasa (14/1/2020), siang.
“Ini saya juga mau ngungsi dulu ke rumah keluarga. Sebab, saya punya anak kecil. Sementara, suami dulu yang jaga rumah,” lanjutnya.
Berbeda dengan Delia Afitri (20), mahasiswa Institut Agama Islam Negri (IAIN) Samarinda terpaksa harus bertahan berjam-jam
Untuk bisa lewat simpang 4 Jembatan Mahkota II, menuju kampusnya, di Jalan HAM Riffadin, Kelurahan Harapan Haru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda Kalimantan Timur.
“Kurang lebih 4 jam sudah saya berteduh di sini. Saya mau turun ke kampus," tegasnya.
"Soalnya ada ujian di kampus,” ujarnya saat diwawancara sembari berteduh di salah satu mini market di sekitaran Simpang 4 Jembatan Mahkota II.
Beruntung, dikatakan Delia, ujian di kampusnya terpaksa ditunda karena doaen pengajarnya terjebak banjir. Selain itu, dikatakan olehnya pula, di depan kampusnya saat ini juga sedang banjir cukup dalam.
“Ia tadi dapat info sudah ditunda ujiannya. Soalnya, dosennya juga kebanjiran. Tapi, saya juga nunggu info unian lainnya. Apakah ditunda atau dilanjutkan,” tandasnya.
Warga lainnya Jerrianto menyebutkan, tidak ada jalan lain menunu ke rumahnya yang berada di Jalan Patimura, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang.
Sebab, jalan satu-satunya menuju rumahnya saat ini tergenang banjir.
Terpaksa juga nunggu ini. Mungkin ada 3 jam sudah berteduh sekalian nunggu banjir surut.
"Saya tadi dari cari kontrakan di Perumahan PKL, Sungai Kapih. Pas mau pulang ini hujan deras dan banjir,” bebernya.
Inilah data korban banjir di Samarinda:
Kecamatan, Kelurahan dan RT Terdampak Banjir di Samarinda
1. Kecamatan Samarinda Utara :
Kelurahan Budaya Pampang meliputi
1. RT 02, terdampak 40 Rumah, 2 Sekolah, 1 puskesmas, dan 1 tempat ibadah
Jumlah 70 jiwa dari 44 kepala keluarga
Kelurahan Sempaja Timur, meliputi 10 RT
1. RT 35, meliputi Jalan Kestela 2-6 jumlah 450 Jiwa dari 125 KK
2. RT 36, Jalan Asparagus 1-10 jumlah 251 Jiwa dari 104 KK
3. RT 37, Jalan Terong 1-12 jumlah 355 jiwa dari 94 KK
4. RT 38, Jalan Terong Pipit 1-8 jumlah 434 jiwa dari 103 KK
5. RT 44, Jalan Pakis Merah 12 jumlah 125 jiwa dari 35 KK
6. RT 45, Jalan Pakis Merah 17 jumlah 65 jiwa dari 15 KK
7. RT 46, Jalan Pakis Aji 4-6 jumlah 49 Jiwa dari 10 Kk
8. RT 50, Perum Griya Mukti, jumlah 101 Jiwa dari 50 Kk
9. RT 40, Jalan Bengkuring Raya 1, jumlah 53 jiwa dari 10 KK
10. RT 26, Perum Puspita, jumlah 64 jiwa dari 15 KK
Jumlah 1.930 jiwa dari 561 KK
2. Kecamatan Sambutan :
Kelurahan Sambutan 7 RT, meliputi
1. RT 1, Jalan Sejati, Gang Rambai, 56 jiwa dari 12 KK
2. RT 13, Pelita IV, 8 jiwa dari 2 KK
3. RT 14, Pelita IV, 19 jiwa dari 8 jiwa
4. RT 16, Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VI, 14 jiwa dari 6 KK
5. RT 17, Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VI, 133 jiwa dari 39 KK
6. RT 18, Jalan Poros Pelita VI, 129 Jiwa dari 30 KK
7. RT 33, Pelita IV, Handil Kopi, 130 jiwa dari 30 Kk
Jumah 489 jiwa dari 123 KK
3. Kecamatan Sungai Pinang :
Kelurahan Temindung Permai, meliputi :*
1. RT 38, Jalan DI Panjaitan, 22 rumah, 92 jiwa dari 26 KK
2. RT 36, Jalan DI Panjaitan, 1 rumah, 7 jiwa dari 2 KK
3. RT 34, Jalan DI Panjaitan, 6 rumah, 30 Jiwa dari 6 KK
Jumlah 29 rumah, 129 Jiwa dari 34 KK
Kelurahan Gunung Lingai, 5 RT, meliputi
1. RT 1, Perum Griya Mukti, 24 Jiwa dari 6 KK
2. RT 3, Perum Griya Mukti, 260 Jiwa dari 65 KK
3. RT 6, Perum Griya Mukti Sejahtera, 400 Jiwa dari 100 KK
4. RT 7, Perum Griya Mukti Sejahtere, 240 Jiwa dari 60 KK
5. RT 8, Perum Griya Mukti, 240 Jiwa dari 60 KK
Jumlah 1.164 Jiwa dari 291 KK
Total keseluruhan terdampak 3.782 Jiwa dari 1.053 KK
Sumber Data: Info Taruna dan BPBD Samarinda.
(Tribunkaltim.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-rumah-warga-jalan-lumba-lumba-rt-05-gang-7-kelurahan-selili-samarinda-ilir.jpg)