Dirut PDAM Tirta Manggar Balikpapan Bantah Proyek IPAM Km 8 Mangkrak, Begini Alasannya

Proyek pembangunan instalasi air minum IPAM PDAM di Km 8, Karang Joang, Balikpapan Utara sempat terindikasi mangkrak.

Dirut PDAM Tirta Manggar Balikpapan Bantah Proyek IPAM Km 8 Mangkrak, Begini Alasannya
Tribunkaltim.co/Budi Susilo
Waduk Manggar sebagai pasokan kebutuhan air bersih pihak PDAM Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (18/11/2019) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Proyek pembangunan instalasi air minum IPAM PDAM di Km 8, Karang Joang, Balikpapan Utara sempat terindikasi mangkrak.

Hal tersebut pertama kali diungkap oleh Komisi III DPRD Kota Balikpapan yang sempat mendatangi lokasi dalam rangka Inspeksi Mendadak atau Sidak pada 11 Desember 2019 lalu.

Sempat tidak ingin berkomentar di awal kesempatan, kali ini pihak PDAM akhirnya mau buka suara terkait dengan proyek pembangunan yang sudah terhenti dalam kurun waktu satu tahun belakangan.

Dalam kesempatannya, Direktur Utama PDAM Tirta Manggar Haidir membantah adanya anggapan tersebut.

Ia menilai bahwa rekanan yang mengerjakan proyek itu tidak sanggup untuk mengerjakan proyek sesuai dengan target.

"Itu bukan bangunan mangkrak, jadi kegiatan yang kita stop, karena pelaksana proyeknya one prestasi kan. Jadi memang rekanan tidak bisa memenuhi kewajibannya, prosesnya itu kita sudah beri punishment, kita potong pembayarannya," ujar Haidir Effendi saat ditemui Tribunkaltim.co.

Baca Juga:

 Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Berikut Daftar Pemenang dan Desain

 Selain Resmikan Tol dan Lihat Ibu Kota Baru di Penajam, Jokowi Bakal Lakukan Ini di Balikpapan

 3 Juara Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bersinergi, Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Fisik di Sepaku

 Inilah Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Tema Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I

Rekanan yang memenangkan lelang pun, dikatakan Haidir telah menerima sanksi yakni telah diambilnya jaminan Bank yang angkanya ditaksir sekira Rp 900 juta.

Diketahui, nilai proyek pembangunan IPAM Km 8 kali ini sebesar Rp 11 Miliar. Haidir pun turut membantah angka yang dulu pernah disebutkan yakni Rp 17 Miliar.

Meski begitu, Haidir memastikan proyek tersebut akan segera dilanjutkan, pihaknya pun akan segera melakukan proses lelang yang dijadwalkan pada bulan ini.

Halaman
12
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved