Petugas Kerahkan Pompa Sedot Air di SMAN 2 Berau, Harap Proses Belajar Dapat Lancar Kembali
Petugas dikerahkan untuk memompa air di SMAN 2 Berau, sehingga diharapkan tak menggangu proses belajar dan dapat lancar kembali
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB-Petugas dikerahkan untuk memompa air di SMAN 2 Berau, sehingga diharapkan tak menggangu proses belajar dan dapat lancar kembali
Hujan yang terjadi di Kabupaten Berau, Sabtu (18/1/2020) membuat sejumlah fasilitas umum maupun rumah warga terendam air.
Seperti yang terjadi di SMA Negeri 2 Berau, Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk Bayur. Akibatnya, proses belajar mengajar terhambat.
Tak hanya sekolah pemukiman tentara yang tepat di samping SMAN 2 Berau itu juga terendam.
Bahkan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Untuk mengeluarkan air, petugas menggunakan dua pompa untuk menyedot air dan membuang ke drainese.
• Kasus Suap Harun Masiku Ditangani KPK Rocky Gerung Sebut PDIP Kini Cemas Bakal Ada Tontonan Besar
• PDIP Ungkap Soal Hasto Kristiyanto Sembunyi di PTIK Saat Dikejar Penyidik KPK, Ada yang Bermain?
• Singgung Kegagalan Penggeledahan Kantor PDIP Mahfud MD Sebut Pimpinan KPK Kepepet
• Mahfud MD Sebut Kewenangan KPK Sesudah dan Sebelum Revisi Undang-undang KPK Sama, Ini Soal Orangnya
Wakil Bupati Berau Agus Tantomo nampak memantau langsung proses pemompaan air tersebut.
Ia mengatakan langkah ini dilakukan agar proses belajar Senin yang akan datang dapat berjalan dengan baik.
"Kami upayakan semua kembali normal, genangan air dapat kita atasi sehingga hari Senin anak-anak bisa kembali sekolah," pungkasnya.
Sebelumnya SMAN 2 Berau juga terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur, Selasa (14/1/2020).
Bupati Berau Muharram meninjau SMA Negeri 2 Berau, berada di Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk Bayur, Rabu (15/1/2020).
Kedatangan orang nomor satu di Pemkab Berau itu didampingi Kadis PUPR Andi Marewanggeng turun mengecek lokasi untuk mengetahui penyebabnya.
Dilokasi bupati meninjau beberapa ruangan belajar siswa dan berdialog langsung dengan beberapa tenaga pendidik.
Muharram mengatakan kedatangannya ke lokasi karena mendapatkan laporan kalau siswa SMA 2 tidak bisa belajar karena hampir semua kelasnya tergenang.
"Ini disebabkan adanya drainase yang terhambat di lingkungan SMA 2 ini termasuk juga di tengah jalan ini ada gorong-gorong yang tidak mengalir," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wakil-bupati-agus-tantomo-saat-pantau-langsung-penyedotan-air-akibat-banjir.jpg)