Setelah Bongkar Lem Aibon, William Aditya PSI Kritik Ide TOA Anies Baswedan, Mirip Perang Dunia II
Setelah bongkar anggaran Lem Aibon, William Aditya Sarana PSI kritik ide TOA Anies Baswedan, mirip Perang Dunia II.
Dilansir Tribunnews.com, hal ini diungkapkan Mamat dalam wawancara unggahan YouTube KOMPASTV, Minggu (19/1/2020).
Mamat yang juga merupakan Ketua RW 7 di wilayah itu menyebut, sudah ada TOA di daerahnya namun tak pernah ada pengecekan dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Selama dipasang sampai saat ini, kalau masalah pengecekan itu belum ada," ujar Mamat.
Selain itu, Mamat juga mengaku TOA yang dipasang tidak berfungsi baik lantaran tidak berbunyi di saat yang tepat.
Menurut Mamat, TOA di daerahnya tidak berbunyi saat banjir dan malah berbunyi ketika cuaca panas.
"Itu pun masalah bunyi, ya memang bunyinya empat kali ya," jelas Mamat.
"Bunyinya pun di waktu banjir malah tidak bunyi, di waktu panas malah bunyi," sambungnya.
Tak hanya itu, TOA tersebut juga hanya mengeluarkan bunyi pelan.
"Jadi bunyinya juga pelan sekali," tambahnya.
Diketahui TOA yang terpasang di kawasan Bidara Cina berada di empat titik dan sudah ada sejak 8 tahun lalu.
• Selain TOA Banjir, Ini Program Gubernur Jakarta Anies Baswedan Berharga Fantastis di Kolong Flyover
• Ade Armando Sebut Tim Bentukan Anies Baswedan untuk Atasi Banjir Berantakan, Naturalisasi tak Jalan
• Soroti Banjir Jakarta, Rocky Gerung Beber Potensi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Ada Dua Matahari
• NEWS VIDEO Jakarta Dilanda Banjir, Anies Baswedan Turun Langsung ke Lokasi
Warga setempat juga lebih banyak mengetahui soal banjir melalui media sosial atau media massa.
Mereka juga berinisiatif untuk koordinasi dengan petugas Pintu Air Katulampa soal datangnya banjir.
Maka dari itu, Mamat lebih memilih Pemprov Jakarta memberi bantuan kepada korban saat banjir tiba dibanding membeli TOA.
(*)