Prostitusi Online Balikpapan

Fee Rp 100 Ribu, Pengakuan Mucikari Prostitusi Online Balikpapan: Mereka yang Minta Dicarikan Lelaki

Dapat fee Rp 100 ribu, pengakuan mucikari prostitusi online Balikpapan: Mereka yang minta dicarikan lelaki..

Fee Rp 100 Ribu, Pengakuan Mucikari Prostitusi Online Balikpapan: Mereka yang Minta Dicarikan Lelaki
Tribunkaltim.Co/zainul
Tersangka mucikari prostitusi online yang berhasil diamankan Polresta Balikpapan 

Mucikari Protitusi Online dan Libatkan Anak di Bawah Umur, Pesan Lewat Aplikasi

Diberitakan sebelumnya, satuan Tipiter Polresta Balikpapan kembali membongkar kasus praktek prostitusi online di wilayah Kota Balikpapan.

Seorang pria bernama Ahmadi (22) warga Gunung Bugis Kecamatan Balikpapan Barat harus berurusan dengan pihak Kepolisian lantaran nekat menjadi muncikari dibalik kasus prostitusi online di Kota Balikpapan.

Pria kemayu itu diamankan polisi pada Minggu malam (17/1) kemaren di salah satu hotel di kawasan Balikpapan Kota.

Hasil pemeriksaan sementara oleh pihak Kepolisian, tersangka sudah menjual dua wanita berinisial IN dan JM melalui aplikasi online sebagai pemuas pria hidung belang.

Ia mematok harga paling murah Rp 400.000 sekali kencan untuk satu orang perempuan kepada pria hidung belang.

Kemudian tersangka mengambil keuntungan senilai Rp 100.000 dari wanita tersebut.

Kapolres Balikpapan Kombes Pol Turmudi didampingi Kanit Tipiter Ipda Noval Forestiawan saat menjukan barang bukti berupa smartphone dan alat kontrasepsi beserta uang tunai Rp 1,9 juta hasil prostitusi online
Kapolres Balikpapan Kombes Pol Turmudi didampingi Kanit Tipiter Ipda Noval Forestiawan saat menjukan barang bukti berupa smartphone dan alat kontrasepsi beserta uang tunai Rp 1,9 juta hasil prostitusi online (Tribunkaltim.Co/zainul)

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi membeberkan kronologi penangkapan tersangka Ahmadi bermula dari laporan masyarakat mengenai maraknya kasus prostitusi online di Kota Balikpapan.

Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan tindakan undercover (penyamaran) sebagai pria hidung belang lalu memesan 2 wanita BO (Booking)

Setelah melakukan negosiasi harga dengan pelaku, polisi yang sedang menyamar kemudian membayar uang DP senilai Rp 400.000 kepada pelaku,

selanjutnya pelaku mengantarkan satu wanita bokingan berinisial JM (23) tersebut disalah satu hotel yang telah disepakati.

Setelah beberapa jam kemudian pelaku menyuruh wanita lainnya lagi berinisial IN (15) untuk datang ke hotel tersebut menemani JM untuk melayani hasrat pria hidung belang.

Pelaku mematok harga kedua wanita tersebut senilai Rp 1.900.000 sekali kencan.

"Modus operandi tersangka memperdagangkan wanita kemudian mengambil hasil/upah dari wanita yang diperdagangkan untuk meraup keuntungan.

Kronologi kejadian, pada awalnya anggota Sat Tipiter melakukan penyelidikan terkait adanya maraknya prostitusi online di wilayah Kota Balikpapan.

Saat itu anggota tipiter melakukan penyelidikan dengan cara undercover (menyamar) untuk memesan BO ( booking ) dua wanita untuk diperdagangkan melalui media aplikasi online Watshap," katanya didampingi Kanit Tipiter Polresta Balikpapan Ipda Noval Forestiawan saat kegiatan rilis yang berlangsung Selasa Sore (21/1) di halaman Mapolresta Balikpapan.

BACA JUGA

Pengungsi Kebakaran Pasar Lingkas Batu Tarakan Kekurangan Bantuan Keperluan Bayi dan Wanita

Sosialisasi Pilkada Serentak, KPU Kaltara Gelar Konvoi Keliling Kota Tanjung Selor, Ini Keseruannya

Sabu 10 Kg Disimpan di Koper, Polda Kaltim Ringkus Warga Samarinda Jaringan Narkotika Tawau Malaysia

Nekat Nyolong HP di Mal Ramayana Rapak Balikpapan, Wanita Berinisial RM Ini Ditangkap polisi

Lebih lanjut Kapolresta Kombes Pol Turmudi mengatakan tersangka juga nekat memperdagangkan anak di bawah umur.

"Hasil penyelidikan sementara ada dua wanita, salah satunya masih di bawah umur yaitu 15 tahun," lanjutnya

Usai melakukan transaksi tersebut, tersangka langsung bergerak menuju keluar hotel sesampainya di luar langsung disergap petugas dan langsung diamankan di Mapolresta Balikpapan.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 9 Undang Undang nomor 21 tahun 2007 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.  (Tribunkaltim.co/ Zainul)

Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved